Kolom M.U. Ginting: Kabinet Trisakti?

0
129

M.U. GintingKabinet SBY bernama ’Indonesia Bersatu’ jelas terlihat tak menggambarkan namanya. Dalam kabinetnya semua partai-partai bikin kepentingannya dan korupsi pula.

Ada soal sapi, minyak, lumpur, Hambalang, Anas, Wacik, dst dan semua ’bersatu’ dalam ’Indonesia Bersatu’. Susah untuk dibayangkan atau dicampur aduk nama yang indah ini dengan kenyataan dalam praktek.

Nama ini juga tentu tak lepas dari peninggalan era lama, era ’persatuan dan kesaatuan nasional’ Orba, dimana sama sekali tak ada persatuan, tetapi penyembelihan massal dan penculikan yang sampai sekarang juga belum diselesaikan. Lantas, SBY menutupi soal itu dengan ’Indonesia Bersatu’. Sekarang sudah jelas terlihat, nama itu tak sesuai dengan kenyataan dalam praktek Kabinet SBY.


[one_third_last]
[one_third]Puan dan Trisakti[/one_third]
[/one_third_last]

PDIP Puan mengusulkan kabinet Jokowi dengan nama ’Trisakti’. Di sini menirukan lagi dua jilid nama kabinet SBY, fokus ke nama yang indah, bisa terjadi untuk menutupi yang tak bernama atau yang tak indah seperti saya sebutkan di atas. Pola pikir SBY dalam memberikan nama kabinetnya sudah terlihat jelas.

Apakah yang mau ditutupi atau dicapai dengan nama Trisakti?

Ini akan terlihat nanti kalau kabinetnya sudah jalan atau kalau sudah selesai lagi seperti kabinet ’bersatu’ SBY.

Jokowi banyak persamaan visi dengan Bung Karno, termasuk dalam mengimplementasikan Trisakti. Apa yang perlu sekarang kata Jokowi ialah mengubah mindset bangsa ini yang dia sebut Revolusi Mental. Jangan dibuai dengan slogan indah saja seperti “Negara Kaya dan Makmur” dsb.

“Slogan-slogan ini harus diubah dengan pola pikir Bangsa Indonesia adalah bangsa yang Kaya dan Makmur karena rakyatnya mau berusaha. Bangsa yang rakyatnya bekerja keras,” kata Jokowi.

Bagi Jokowi terpenting adalah usaha dan kerja keras, bukan slogan atau nama.

Leave a Reply