Kolom Ita Apulina Tarigan: Teori Himpunan

1
167

ita-13.jpgTeori himpunan dalam Matematika baru berkembang sekitar abad 19. Sekarang, himpunan disebut sebagai dasar Matematika, sejak sekolah dasar sudah diajarkan. Teori himpunan dianggap sebagai dasar yang membangun hampir semua aspek dari matematika dan merupakan sumber dari mana semua matematika diturunkan.

Kali ini, teori himpunan kita pinjam untuk menjelaskan soal sistem sosial. Beberapa hari ini, tiba-tiba entah bagaimana jalan ceritanya, yang tidak suka KBB (Karo Bukan Batak, red.) tiba-tiba menumpahkan ketidaksukaannya dengan berbagai versi. Dari yang tidak jelas, sedikit jelas, halus, kasar, dlsb. Salah satu yang menarik bagi saya adalah ketika yang tidak setuju mencampurkan adukkan soal KBB dengan masalah pribadi dengan masalah nasional.

Manusia modern sekarang, termasuk Karo kini hidup dalam multi sistem sosial. Hidup tidak hanya sebagai anggota masyarakat Karo, juga hidup sebagai anggota masyarakat Indonesia, sekaligus hidup sebagai anggota masyarakat agama yang dianutnya, sekaligus juga warga dunia, dan kalau sudah ada bumi lain juga termasuk anggota galaksi kita. Dalam teori himpunan bisa digambarkan dalam bentuk diagram Venn entah gabungan, irisan, subset, dlsb.


[one_third]Campuran Karo dengan Batak?[/one_third]

Apa artinya anggota dari sebuah sistem sosial? Menjadi anggota sistem sosial berarti kita hidup dan mengikuti nilai-nilai yang ada di dalam sistem sosial masyarakat itu. Misalnya, kita adalah anggota masyarakat Karo, kita terikat dan mengikuti nilai-nilai masyarakat itu. Menjadi anggota sistem sosial suatu agama, tentu anggota terikat dengan aturan agama itu. Ketika seorang Karo, terikat dengan nilai-nilai Budha, apakah dia bukan lagi orang Karo? Atau, ketika orangtuanya adalah campuran Karo dengan Batak apakah dia bukan lagi orang Karo?

Kembali ke diagram himpunan tadi, tentu ada anggota suatu himpunan adalah anggota himpunan lainnya. Di dalam area gabungan beberapa himpunan, sistem yang mengikatnya adalah sistem himpunan gabungan itu. Ketika seseorang berada dalam sistem sosial Karo, yang mengikatnya adalah nilai-nilai Karo. Bahkan, anggota suatu himpunan menjadi anggota himpunan lainnya tetap jelas asalnya dari mana. Ada notasi yang menjelaskan kenapa anggota A bisa dianggap sama dengan B, atau bahkan sama sekali tidak ada keterikatan.

Mudah-mudahan penjelasan ini bisa membantu menerangkan universalnya manusia, sekaligus khusus. Khusus berarti berbeda, tidak sama. TIDAK SAMA. Unity in diversity!

1 COMMENT

  1. Wou, cocok sekali wenn diagram dalam perumpamaan ini. KBB merupakan unsur baru dalam wenn diagram sebagai akibat munculnya kontraadiksi KAB kontra KBB. Kontradiksi masih tetap dalam tahap thesis kontra antitesis, belum ke syntesis. KAB masih bertahan, pertama karena informasi science terakhir belum beredar dikalangan orang-orang bersangkutan. Inrormasi soal penemuan fosil dan barang anyaman berumur 7400 tahun di Gayo dimana fosil/kerangka yang berDNA Karo dan Gayo. Sience yang lainnya ialah menurut prof Bungaran Simanjuntak (orang Batak) dia katakan bahwa orang Batak sebagai grup manuisa datang ke Sumatra sekitar 2500.3000 tah lalu. Jadi bedanya hampir 5000 tahun antara sudah adanya Karo/Gayo dengan kebudayaannya di Sumatra baru kemudian datang orang Batak yang menurut prof Bungaran berasal dari Pilipina/Taiwan. Jadi memasukkan atau menganggap Karo adalah bagian dari Batak, sudah sangat jauh dari kebenaran ilmiah, sama halnya ketika Belanda memasukkan Karo ke grup Batak sejak kolonial adalah sama sekali tidak ilmiah dan hanya untuk kepentingan kolonial Belanda. Sekarang mari kita semua bersama mengakhiri abad kolonial ini, dan bikin pendekatan baru atas dasar PERBEDAAN kita atau Bhinneka Tunggal Ika. Sebarkan INFORMASI yang berharga ini kepada semua Karo dan semua Batak

    MUG

Leave a Reply