Dialog M.U. Ginting dengan Herlina Surbakti: Soal Introvert-Ekstrovert

0
241

Oleh: M.U. Ginting (Swedia)

 

M.U. GintingPengalaman Herlina Surbakti ini adalah satu contoh konkret bagaimana perubahan positif bisa terjadi pada seorang yang introvert.

’Kai pe belasina’ adalah salah satu kelemahan extrovert seperti yang sudah kita sering tuliskan di milis. Kelemahan ini pastilah dari syarat alamiah extroversi yang recharge baterainya dari stimulasi extern, dari ’kekacauan sosial’. Sebaliknya seorang introvert recharge energinya dari ’ketenangan sosial’, menjauhi ’kekacauan sosial’.  Kehebatan introvert terletak di sini; bisa membaca kebutuhan ’jiwanya’ dan bertindak mengubahnya. Apalagi dengan mengkombinasi perkembangan dunia (internet).

Sama halnya dengan introversi, juga banyak kelemahan dan juga banyak kelebihannya. Tujuan kita yang utama dalam menulis dan mendiskusikan soal introversi/extroversi ialah supaya kaum extrovert bisa mengubah kekurangannya menjadi kelebihan dan begitu juga kaum introvert, khususnya orang Karo atau suku Karo, bisa mengubah kekurangannya menjadi kelebihan. Kita sudah banyak meneliti dan bikin banyak kesimpulan soal ini.


[one_third]louthmouth-braggarts
model Wall Street[/one_third]

Yang menguntungkan bagi kaum introrvert sekarang ialah karena perubahan zaman. Sekarang adalah era introversi dunia karena dominasi extrovert abad lalu sudah lewat. Dominasi louthmouth-braggarts model Wall Street sudah tak akan muncul lagi untuk selama-lamanya, setidaknya abad 21. Salah satu sebab utama ialah INTERNET.

Dengan teknik internet, 100% orang introvert bangun. Sama halnya ketika era extrovert abad lalu saat 100% orang extrovert ikut berkoak di tengah jalan atau di mana saja. Mereka masih bisa berkoak dengan louth-maouthnya di internet, tetapi tiap kali akan dapat tentangan yang menyulitkan karena dihadapig dengan argumentasi yang lebih mendalam dan lebih ilmiah oleh orang-orang introvert. Ini tak mungkin atau sulit mereka hadapi. Mereka tak bisa recharge energinya dari situ.

Argumentasi yang ilmiah dan mendalam muncul dari refleksi yang mendalam, tak bisa muncul dari ’kai pe belasina’.

Leave a Reply