Nonton Likas Galang Dana Sinabung di Bogor

1
119
frans 3
Frans (membungkuk) bersama teman-teman di stand IMKA IPB Bogor

LORETA KARO SEKALI. BOGOR. Para mahasiswa Karo yang tinggal di Kota Bogor berencana mengadakan nonton bareng film ‘3 Nafas Likas’ dan sekalian mengadakan penggalangan dana pada saat nonton bareng tersebut.

Demikian dikatakan oleh Frans Sinata Tarigan Silangit kepada Sora Sirulo hari ini [Kamis 9/10].

Selanjutnya Frans yang kuliah di IPB Bogor ini mengatakan, walaupun pengambil inisiatip adalah para mahasiswa Karo yang sedang menjalani studi di Bogor, acara ini tidak terbatas kepada mahasiswa Karo.

“Kita mengharapkan semua orang Karo tergerak hatinya untuk ikut nonton bareng dan sekalian memberi perhatian kepada musibah yang sedang dialami oleh warga Taneh Karo akibat erupsi Gunung Sinabung yang dahsyat sejak kemarin,” ujar Frans.

Sekali mendayung dua tiga pulau dilampaui, demikian kira-kira maksud Frans yang menggunakan akun facebook https://www.facebook.com/frans.silangit ini. Dia menjelaskan bahwa acara nonton bareng ini telah direncanakan beberapa hari sebelumnya. Inisiatip untuk mengkaitkan acara nonton bareng ini dengan penggalangan dana adalah akibat erupsi Sinabung yang dahsyat dan terus menerus sejak kemarin [Rabu 8/10].

Frans menambahkan, persiapan pelaksaan kegiatan ini dilakukan bersama beberapa mahasiswa Karo di Bogor, seperti halnya mempersiapkan publikasi dan souvenir untuk mengumpulkan dana Sinabung. Mereka antara lain adalah Besty Yemima Milala, Dias Ginting, Eki Sitepu, Agus Tiawan, Igha Sembiring, IMKA IPB (Ikatan Mahasiswa Karo IPB) dan PERMATA Bogor.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai acara ini, silahkan invite pin 7CA040BD (BBM) 087870764653 (Whatsapp).

 

1 COMMENT

  1. Tak bisa disangkal bahwa dalam perkembangan terakhir ini terlihat perubahan dan kemajuan solidaritas etnis Karo sesamanya. Semua kejadian dan peristiwa yang menyangkut Karo telah selalu menjadi sumber peningkatan solidaritas suku Karo dan keluar sebagai perkenalan suku Karo kepada dunia luar, yang selama ini terhalang karena berada dibelakang bayang-bayang suku Batak.

    Sekarang terlihat bagi semua bahwa Karo sebagai suku lebih memberi peluang dibandingkan dengna Karo sebagai Batak. Bahwa Karo bukan Batak terlihat dari pernyataan-pernyataan ilmiah seperti penemuan fosil Karo di Kebayakan yang sudah semakin banyak yang membaca infonya dan otomatis tak memasukkan lagi didirnya sebagai Batak.

    Tetapi masih banyak yang belum dapat info modern ini terutama dikalangan orang bukan Karo, dan terutama yang tak punya akses ke internet. Karena itu bagi seorang Karo yang sudah membaca info arkeologi itu berkwajiban memberi penjelasan kesemua orang Indonesia supaya Karo sebagai embel-embel Batak cepat terhapus dari benak mereka.

    Hanya orang Karo yang berkepentingan menjelaskan ini. Jangan diharapkan orang Batak akan berkepentingan menjelaskan kalau Karo bukan Batak. Ini adalah ethnic competition.

    MUG

Leave a Reply