Lagi, Pemain dan Pemilik Jakpot Ditangkapi

0
125

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU. DELITUA. Dalam rangka memberantas perjudian di wilayah hukumnya, Polsek Delitua kembali menangkap 3 tersangka kasus judi; Ilham Ginting (18), Parlin Ginting (37) dan seorang ibu rumahtangga, Ralisma br Sembiring (52). Masing-masing sebagai pemain dan pemilik mesin judi jakpot [Selasa 7/10: 18.30 Wib].

Menurut Kapolsek Delitua melalui Kanit Reskrim Iptu Martualesi Sitepu SH MH kepada Sora Sirulo, penangkapan ketiga tersangka berdasarkan informasi masyarakat adanya permainan judi jakpot di sebuah warung di dalam doorsmeer Ralau yang terletak di Jl. Jamin Ginting Kelurahan Kwala Bekala (Medan Johor). Beranjak dari informasi itu, Unit Reskrim Polsek Delitua yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Martualesi Sitepu SH MH melakukan penggerebekan.

“Awalnya, kita menangkap Ilham Ginting sedang bermain judi jakpot. Menurut keterangan Ilham, pemilik warung adalah Ralisma br Sembiring warga Jl. Kopi, Perumnas Simalingkar, yang saat itu sedang berada di luar,” kata Kanit.

Tak lama berselang, Ralisma datang dan langsung diamankan. Begitu Ralisma diinterogasi oleh Polisi, menurutnya dua mesin jakpot yang ada di warungnya adalah milik Parlin Ginting warga Jl. Pintu Air 4 Gg Persatuan.

“Setelah mendapat penjelasan Ralisma, kita pun memancing agar Parlin keluar. Begitu pemilik mesin jakpot tiba, langsung kita amankan,” tutur Sitepu mergana ini.

Bersama barang bukti, 2 unit mesin jackpot, koin dan uang tunai Rp 77 ribu, ketiga tersangka digelandang ke Mapolsek Delitua guna penyelidikan lebih lanjut.

“Ketiga tersangka akan dijerat Pasal 303 KUHPidana dengan ancaman 10 tahun penjara,” tambah Sitepu mergana.

Sementara Ralisma Br Sembiring ketika diwawancarai oleh Sora Sirulo menjelaskan, kedua mesin jakpot dititipkan oleh Parlin Ginting di warungnya untuk dioperasikan. Ibu rumah tangga ini mendapat upah 25% dari hasil keseluruhan.

“Mesin jakpot itu Milik Parlin dititipkanya di warungku. Aku dapat jatah 25 persen untuk ganti uang listrik, Pak,” kata Beru Sembiring tertunduk.

Leave a Reply