Kolom M.U. Ginting: KABINET JOKOWI

0
199

M.U. GintingTransparansi dan keterbukaan dalam memilih menteri-menteri adalah kunci. Dengan transparansi rakyat bisa ikut mendiskusikan secara terbuka sehingga penilaian menjadi milik rakyat dan sesuai dengan cita-cita rakyat. Ini merupakan ujian pertama sebagai calon menteri. Ujian selanjutnya dalam pekerjaannya nanti, juga harus ketat dengan keterbukaan, sehingga selalu di bawah pengawasan publik.


SBY ada keterbukaan tempo hari, tetapi dia tak lepas dari keterikatan koalisinya, sehingga profesi menterinya tak ada sama sekali. Akibatnya, terlihat bagaimana korupsi terbesar era kabinet SBY setelah Soeharto. Bedanya dengan Soeharto ialah, korupsinya terfokus, sedangkan di SBY korupsinya dibagi rata sesama koalisinya. Jokowi bisa membedakannya dengan SBY, yaitu profesi dalam track record dan transparansinya.

KMP (Koalisi Merah Putih) pada beramai-ramai menyatakan ’tak mengganggu’ pemerintahan Jokowi, setelah tersebar berita penjegalan oleh sebagian pembesar KMP. Sekarang semua menyatakan bercita-cita murni dengan idelogi bagus pula demi Indonesia. Penjegalan sangat tak elok di hati rakyat.


[one_third]Keuntungan Politik Bagi KMP[/one_third]

Pernyataan-pernyataan ini adalah politis. Artinya, demi keuntungan politik bagi KMP, tak perlu dibantah. Menguasai pimpinan DPR, DPD dan MPR sudah dicapai oleh KMP, begitu juga Pilkada lewat DPRD. Sekarang, KMP juga mau menguasai semua pimpinan komisi DPR. Ini dengan tujuan ’idelogi baik’ tadi. Apakah sikapnya ini adil apa tidak, KMP tak peduli. Tetapi, apakah rakyat tak urusan atas sikap keserakahan ini?

’Jokowi tidak usah takut kalau akan diganggu dalam pelantikan presiden nanti’, kata mereka beramai-ramai memberi nasihat ’ideologi baik’ itu. Mengejek sambil menunjukkan kebaikan, Hahaha . . .

Kalau kita melihat dari segi lain, perubahan dan perkembangan situasi dunia dalam kesedaran, memang tak perlu ditakuti kekuasaan KMP di legislatif. Pertama, kabinet adalah presidensial. Ke dua, ialah perubahan dan perkembangan tadi.

Kita lihat contohnya ketika pemerintah Obama digagalkan oleh legislatif, menunggu kebangkrutan negara USA ketika itu. Siapa yang bikin bangkrut? Semua publik tahu ialah legislatif yang bersitegang leher menolak budget Obama. Boleh pilih, USA bangkrut atau harus terus jalan. Mereka jadi takut sendiri, tak berani membangkrutkan USA. Seluruh rakyat (publik) mengetahui seluk beluk persoalannya dan tahu betul siapa yang ingin membangkrutkan USA. Akhirnya dalam perundingan berikutnya bikin persetujuan sebagaimana mestinya.

KMP pastilah juga mengerti perkembangan ini, dan menyatakan terus terang akan menghadapi pemerintahan Jokowi secara ’konstruktif’. Jadi, selain alasan politis ’tidak mengganggu’ pemerintahan Jokowi, KMP punya alasan lain: perubahan dan perkembangan dunia yang sudah pasti, perubahan KESEDARAN manusia.

Leave a Reply