Nobar ‘3 Nafas Likas’ Bersama Pemuda Karo Medan

1
227

likas 3BRANDY KARO SEKALI. MEDAN. Dalam rangka mendukung keberadaan film ‘3 Nafas Likas’, Pemuda Karo Medan (PKM) akan mengadakan acara nonton bareng (NoBar) film ini di Theater 21 Medan Plaza, Medan [Kamis 16/10: Pkl. 19.30 WIB]. Film ini bercerita tentang seorang tokoh Karo bernama Likas br Tarigan yang merupakan istri dari pejuang kemerdekaan asal Taneh Karo, Letnan Jendral Djamin Ginting.

Menurut keterangan koordinator Pemuda Karo Medan (Denhas Sembiring Maha) kepada Sora Sirulo, harga tiket masuk (HTM) nonton bareng film ‘3 Nafas Likas’ di Theater 21 Medan Plaza akan diberlakukan diskon bagi yang mengenakan tanda-tanda pakaian adat Karo.

“Harga tiket masuk (HTM) Rp 30.000 bagi yang menggunakan tanda-tanda berupa uis Beka Buluh bagi pria atau uis Nipes bagi perempuan, sementara HTM Rp 40.000 bagi yang tidak menggunakan tanda-tanda,” ujar Denhas.

Denhas menambahkan, sebagian dari harga pembelian tiket akan disisihkan dan kemudian disumbangkan kepada pengungsi erupsi Gunung Sinabung.

“Mengingat Gunung Sinabung kembali bergejolak dalam beberapa hari terakhir, kita merencanakan sebagian dari harga pembelian tiket nonton bareng film ‘3 Nafas Likas’ ini disumbangkan kepada para korban,” ujarnya.

Bagi yang berminat untuk ikut serta NoBar film ‘3 Nafas Likas’ bersama Pemuda Karo Medan, dapat mendaftarkan diri mulai sekarang dengan cara menghubungi kontak person panitia 1. Rahmat Krina Tarigan (085360796212), 2. Soipiani br Barus (087766214770), 3. Denhas Maha (082162869939), dan 4. Meilisa br Tarigan (081990532731).

1 COMMENT

  1. Film “3 Nafas Likas” sutradara Rako Prijanto merupakan salah satu kejadian penting bagi perjuangan Karo masa kini dalam memperkenalkan tradisi dan way of thinkingnya yang selalu didasari dengan patriotisme demi cita-cita kebahagiaan bersama dan keadilan. Rako Prijatno dalam hubungan dengan film ini telah berhasil mengadakan riset di Sumut dan di Taneh Karo khususnya dan mengambil kesimpulan penting seperti tertulis di Wikipedia sbb:

    ”Oreima Films melakukan riset ke beberapa kota di Sumatera Utara demi mendapatkan keotentikan budaya, tempat dan adat istiadat seperti yang ingin ditampilkan di filmnya nanti. Dalam proses riset inilah, didapatkan fakta bahwa budaya Tanah Karo yang menjadi latar kisah 3 Nafas Likas berbeda dari budaya Batak dan kota Medan, yang selama ini sering ditampilkan di beberapa produksi.”

    Pemain utama Atiqah seorang putri Batak terpaksa mempelajari adat dan bahasa Karo yang baginya sama sekali baru karena Karo Bukan Batak.

    Sangatlah tidak gampang memainkan pranan sebagai Karo, apalagi bagi seorang Batak (extrovert) yang kharakternya berkebalikan dari Karo yang introvert. Tetapi peranan Atiqah punya keindahan tersendiri, memainkan kharakter yang berkebalikan dari kebiasaannya dan way of thinkingnya sendiri. Prijatno mungkin mengetahui persoalan ini, atau tidak mengetahui sama sekali. Tetapi keduanya punya keindahan tersendiri dalam lukisan seni/budaya.

    PKM dalam hal ini telah menunjukkan inisiatif tepat dan bermanfaat dalam memperjuangkan cita-cita Karo masa kini, bergerak dari Culture anda Norms suku Karo menggerakkan semua anggota etnis Karo ambil bagian dalam perjuangan masa kini, memperkenalkan Karo dan way of thinkingnya yang kompatibel dengan perubahan dan perkembangan kemanusiaan dunia.

    MUG

Leave a Reply