Dukung Lyodra br Ginting di ‘Indonesia Mencari Bakat'(IMB)

1
510

Lyodora 1BRANDY KARO SEKALI. MEDAN. Acara ‘Indonesia Mencari Bakat’ (IMB) generasi ke empat (2014) yang diadakan oleh Trans TV kini hanya menyisakan 10 para finalis. Salah satu diantaranya adalah putri Karo asal Medan, yakni Lyodra beru Ginting.

Gadis remaja berusia 11 tahun ini dari awal penampilannya di IMB disebut-sebut sebagai peserta yang telah banyak mencuri perhatian. Dengan suaranya yang merdu dan khas, dia senantiasa telah menghipnotis ribuan penonton IMB pada setiap penampilannya. Kepiawaiannya dalam bernyanyi inilah yang sekaligus telah mengantarkan gadis bernama lengkap Lyodra Margaretha Ginting ini menembus babak 10 besar ajang pencarian bakat, IMB di Trans TV.

Dalam rangka mempertahankan eksistensinya agar tak tereliminasi dari IMB, Lyodra Ginting juga selalu tampak meminta dukungan semua kalangan melalui akun Twitternya.


[one_third]format IMB Lyodra dan kirim ke 3845[/one_third]

“Hai teman, mohon bantu doa dan dukungannya ya, ketik SMS dengan format IMB Lyodra dan kirim ke 3845. Jangan lupa juga untuk terus nonton IMB setiap Sabtu dan Minggu, live di Trans TV,” tulisnya.

Selain meminta dukungan doa dan juga SMS, Lyodra Ginting senantiasa meminta para pendukung menonton langsung pernampilannya secara langsung di studio 1 Trans TV.

“Adakah pendukungku yang mau nonton aku live di studio 1 Transtv? Datang yuk, nonton aku, Terimakasih,” tulisnya.

Seperti diketahui, sebelum menjajaki ajang pencarian bakat IMB di TransTV, Lyodra Ginting ternyata pernah mewakili Indonesia ke Olympiade Opera and Pop Singing Contest yang diadakan di Turki. Selain itu, siswi SD swasta Barlin Medan ini pernah tercatat sebagai Juara 2 Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Antar SD se-Kota Medan, serta meraih Juara Harapan 1 pada Kompetisi Suara Anak Indonesia (Kirana) yang digelar oleh PT Semen Indonesia (Persero).

Orang-orang Karo yang tergabung di grup facebook Jamburta Merga Silima (JMS) menginginkan putri Karo asal Medan dapat mencapai prestasi setinggi-tingginya sehingga mencuatkan Suku Karo di kancah nasional maupun internasional.

Anggap saja aku bengkilana simewakili keluarga mindo dukungen bas kita nari kerina,” kata seorang member JMS, Arapen Sinuraya, untuk mengajak kita semua turut mendukung putri Karo bersuara merdu ini.

Bisa kami ulangi sekali lagi, mendukung Lyodra lewat SMS dapat dilakukan dengan cara: Ketik SMS dengar format IMB Lyodra dan kemudian kirim ke 3845.

1 COMMENT

  1. Bhinneka Tunggal Ika menggambarkan ‘perpecahan’ dan ‘kesatuan’. Abad sekarang atau abad 21 kita namakan abad PERBEDAAN karena yang ditekankan sekarang ialah perbedaannya, dalam arti mempelajari perbedaan dari segi-segi yang terpecah-pecah itu. Tanpa mengetahui perbedaannya amat sulit atau tak mungkinlah kita mencari persamaan atau apa yang menyatukan kita dalam tingkat perkembangan tertentu dalam sejarah satu bangsa atau dunia. Era lalu persamaan dan persatuan dipaksakan dan perbedaan malah digelapkan, sehingga berakibat fatal, munculnya kekerasan dan pembunuhan massal.

    Suku Karo, seperti juga suku-suku lainnya, adalah salah satu diantara unsur Bhinneka Tunggal Ika. Karena itu mengetahui sebanyak mungkin soal suku Karo, perubahan dan perkembangannya, pastilah termasuk didalam wacana MENGETAHUI DAN MEMPELAJARI PERBEDAAN dalam Bhinneka Tunggal Ika.

    Bagi orang Karo sendiri dan sama halnya bagi etnis-etnis lainnya tentulah soal ini menjadi tantangan tersendiri sesuai dengan kharakternya, way of thinkingnya dan filsafat hidupnya “siagengen radu mbiring, sikuningen radu megersing” atau dalam bahasa internasional win win solution. Ini mengingatkan orang Karo harus selalu bertindak tidak merugikan siapa-siapa tetapi berusaha menguntungkan semua (adil).

    Tantangan kedalam bagi orang Karo pertama ialah meningkatkan solidaritas sukunya sendiri sebagai syarat pertama untuk bisa bikin solidaritas terhadap suku-suku lainnya. Tiap suku termasuk Karo harus punya strategi ini dulu, dalam menghadapi sukunya sendiri. Untuk memupuk solidaritas suku ini tidak gampang bagi sebagian suku bangsa yang sudah mulai ‘terpecah’ karena persaingan etnis (ethnic competition) dan terutama yang sudah tak jelas batas daerahnya sebagai basis kultural yang harus ada bagi setiap suku bangsa (asli) dalam Bhinneka Tunggal Ika. Cultural values and Norms serta daerahnya masih tetap diperlukan sebagai basis kultural setiap suku bangsa dan sebagai basis penting Bhinneka Tunggal Ika.

    Begitu juga dalam mendukung anak gadis berbakat Lyodra beru Ginting dibutuhkan solidaritas Karo yang luas. Solidaritas ini sebagai basis solidaritas utama akan memancing solidaritas lainnya. PKM (Pemuda Karo Medan) sedang giat-giatnya bikin inisiatif solidaritas Karo antara lain dalam menonton film Likas (Rako Prijanto), film mana adalah tonggak penting kedua dalam memperkenalkan tradisi perjuangan patriotis suku Karo dari segi film setelah film “Turang” (Bachtiar Siagian).

    MUG

Leave a Reply