Kolom M.U. Ginting: Likas/ Atiqah Bersama PKM

0
196

M.U. GintingFilm “3 Nafas Likas” sutradara Rako Prijanto merupakan salah satu kejadian penting bagi perjuangan Karo masa kini dalam memperkenalkan tradisi dan way of thinkingnya yang selalu didasari dengan patriotisme demi cita-cita kebahagiaan bersama dan keadilan.

Rako Prijatno dalam hubungan dengan film ini telah berhasil mengadakan riset di Sumut dan di Taneh Karo khususnya dan mengambil kesimpulan penting seperti tertulis di Wikipedia sbb:

”Oreima Films melakukan riset ke beberapa kota di Sumatera Utara demi mendapatkan keotentikan budaya, tempat dan adat istiadat seperti yang ingin ditampilkan di filmnya nanti. Dalam proses riset inilah, didapatkan fakta bahwa budaya Tanah Karo yang menjadi latar kisah 3 Nafas Likas berbeda dari budaya Batak dan kota Medan, yang selama ini sering ditampilkan di beberapa produksi.”

Pemain utama Atiqah seorang putri Batak terpaksa mempelajari adat dan bahasa Karo yang baginya sama sekali baru karena Karo Bukan Batak.

Sangatlah tidak gampang memainkan peran sebagai Karo, apalagi bagi seorang Batak (extrovert) yang kharakternya berkebalikan dari Karo yang introvert. Tetapi, peranan Atiqah punya keindahan tersendiri, memainkan kharakter yang berkebalikan dari kebiasaannya dan way of thinkingnya sendiri. Prijatno mungkin mengetahui persoalan ini, atau tidak mengetahui sama sekali. Tetapi keduanya punya keindahan tersendiri dalam lukisan seni/budaya masa kini.

PKM (Pemuda Karo Medan) dalam hal ini telah menunjukkan inisiatif tepat dan bermanfaat dalam memperjuangkan cita-cita Karo masa kini, Bergerak dari Culture and Norms suku Karo untuk menggerakkan semua anggota etnis Karo ambil bagian dalam perjuangan masa kini, memperkenalkan Karo dan way of thinkingnya yang kompatibel dengan perubahan dan perkembangan kemanusiaan dunia.

Leave a Reply