Nova Pandia Semarakkan NoBar ‘3 Nafas Likas’

1
131
nova 2
Nova Pandia saat nampil bersama Sanggar Seni Sirulo

BRANDY KARO SEKALI. MEDAN. Nonton bareng (NoBar) film ‘3 Nafas Likas’ yang digagas oleh Pemuda Karo Medan (PKM) untuk tayangan perdana (premier) ini besok [Kamis 16/10], di Theater XXI Medan Plaza pada Pukul 19.30 WIB, akan semakin semarak dengan kehadiran artis nasional Dwi Nova Pandia.


Sebagaimana diketahui, putri Karo bernama lengkap Dwi Nova Sada Putri Pandia kelahiran Medan 11 November 1991 ini sukses sebagai Runner Up ajang pencarian bakat Akademi Fantasi Indosiar (AFI) 2013 lalu.

Kabar hadirnya Nova di acara NoBar ‘3 Nafas Likas’ bersama PKM disampaikan oleh ayahnya, Terbit Pandia, melalui pesan elektronik kepada Sora Sirulo [Rabu 15/10].

“Nova pasti hadir pada acara nonton bareng yang digagas adek-adek Pemuda Karo Medan. Bila perlu, nanti akan diusahakan agar Nova cepat hadir pada acara ini untuk ngalo-ngalo penonton lainnya bersama teman-teman Pemuda Karo Medan,” ujar Terbita.

Ketika rencana kehadiran Nova Pandia dalam acara NoBar film 3 Nafas Likas disampaikan kepada pihak Pemuda Karo Medan, Denhas Sembiring Maha sebagai koordinator menyambut kabar tersebut dengan antusias.

“Kabar ini akan segera saya konfirmasi kepada teman-teman panitia lainnya. Meski acara NoBar yang kita gagas tidak dihadiri oleh salah satu pemeran film 3 Nafas Likas, tapi kita antusias ketika Nova Pandia sebagai artis nasional dari kalangan kita Karo dapat hadir dalam acara ini,” ujarnya.

Seperti diketahui Pemuda Karo Medan sengaja menggagas acara NoBar film 3 Nafas Likas, sebab film ini sendiri dianggap sebagai tonggak penting dalam memperkenalkan tradisi perjuangan patriotis suku Karo melalui media film. Selain itu acara ini juga digagas dalam rangka tedeh ate sambil melakukan amal, dimana sebagian dari hasil penjualan tiket rencananya akan disumbangkan kepada pengungsi erupsi Gunung Sinabung.

1 COMMENT

  1. Inisiatif yang menggugah dari Bapak Terbit Pandia dan kegigihan PKM menggagas Nobar film Likas yang menggambarkan tonggak perjuangan patriotis suku Karo dalam gerakan kemerdekaan RI.

    Ini menunjukkan dalam kenyataan, pentingnya solidaritas suku (kedalam) sebagai syarat mutlak untuk bisa meluaskan solidaritas ke luar secara nasional.. Tanpa tempat berdiri yang kuat (kedalam) tak banyak juga yang bisa dikembangkan dalam soal solidaritas keluar secara nasional dan internasional.

    Ini berlaku bagi semua suku-suku bangsa negeri ini, dan terutama suku-suku bangsa yang minoritas. Culture values and Norms suku Karo bersama daerahnya adalah tempat berpijak kita. Mari kita terus menerus perkuat tempat berpijak ini.

    Kreasi dan hasil cipta intelektual berfungsi sebagai sayap kita untuk bisa terbang tinggi dan jauh. Sambil terbang tinggi kita perkuat tempat berpijak, karena itulah sumber semua energi kita. Jangan sekali-kali melupakan ini.

    Suku-suku bangsa yang lengah dan melupakan hal ini telah menuju kepunahan. Banyak contoh di negeri kita dan seluruh dunia. Dari segi lain usaha-usaha mempertahankan dan memelihara kultur tradisi indigenous people termasuk dari pihak PBB semakin ditingkatkan, terutama dalam melindungi mereka dari perampokan SDAnya.Perampokan ini i telah menjadi sebab utama kepunahan tradisi ini, dan disamping ethnic competition yang tak terelakkan, terutama dinegeri-negeri mujlti etnis seperti Indonesia.

    MUG

Leave a Reply