Mahasiswa Karo Mengenal Jatidiri dari Film 3 Nafas Likas

1
194

surabaya 2BRANDY KARO SEKALI. SURABAYA. Sebanyak 23 mahasiswa Karo di Surabaya telah selesai mengadakan acara nonton bareng film 3 Nafas Likas [Kamis 16/10: Malam] di Delta Plaza, Surabaya. Seluruhnnya mahasiswa itu adalah asal Karo yang sedang menimba ilmu di Kota Pahlawan tersebut.

Menurut keterengan koordinator acara, Suranta Pratama Ginting Manik kepada Sora Sirulo, melalui film 3 Nafas Likas para pemuda-pemudi Karo yang sedang jauh dari Taneh Karo Simalem ingin lebih mengenal jati diri, bahwa ternyata mereka sendiri merupakan bagian dari hasil perjuangan Djamin Ginting dan seorang perempuan hebat yang selalu mendukungnya, yaitu Likas br Tarigan.


[one_third]Kita ternyata adalah bagian perjuangan mereka itu[/one_third]

“Dari film ini kita Suku Karo teristimewa pemuda-pemudi Karo yang jauh dari Bumi Turang ingin lebih mengenal jati dirinya bahwa kami adalah bagian dari hasil perjuangan bulang kami Djamin Ginting dan seorang perempuan hebat yang selalu mendukungnya, yakni Tigan kami Likas,” ujarnya

Selain itu, Ginting Manik menambahkan, melalui film 3 Nafas Likas mahasiswa Karo di Surabaya juga ingin disegarkan kembali bahwa orang Karo juga merupakan bagian terpenting dari bangsa Indonesia.

“Melalui film ini kita ingin disegarkan kembali bahwa orang Karo juga merupakan bagian terpenting dari bangsa ini. Sebagai pemuda generasi penerus dari suku Karo yang ada di tanah perantauan, film ini serasa membangun dan mengidupkan semangat untuk memberikan nafas kami untuk keluarga, Bumi Turang, dan Indonesia,” terangnya.

Seperti diketahui 3 Nafas Likas adalah film yang menceritakan kehidupan tokoh perempuan Karo, Likas br Tarigan, yang juga istri dari pejuang kemerdekaan asal Taneh Karo Letjen Djamin Ginting. Film ini diproduksi oleh Oreima Films dan dibintangi oleh Atiqah Hasiholan, Vino G. Bastian. Keberadaanya mulai tayang secara serentak di bioskop sejak 16 Oktober 2014.

1 COMMENT

  1. “melalui film 3 Nafas Likas para pemuda-pemudi Karo yang sedang jauh dari Taneh Karo Simalem ingin lebih mengenal jati dirinya,”

    Kebangkitan keinginan untuk lebih mengenal dan mengembangkan JATI DIRI Karo pada semua pemuda dan orang Karo adalah salah satu gejala utama KEBANGKITAN etnis dalam ethnic revival (cultural revival) rakyat-rakyat dunia.

    Walaupun film ini menurut sutradara Rako Prijanto yang utama adalah menggambarkan kisah kehidupan dan perjuangan seorang wanita yang berjiwa maju dan patriotis, kisah mana juga sudah menjadi faktor utama yang menyebabkan film ini begitu cepat populer, tetapi bagi Karo dan kultur Karo sebagai salah satu unsur yang tak terpisahkan dari kultur nation Indonesia, film ini telah berfungsi sebagai faktor penting pendorong kebangkitan kembali IDENTITAS KARO atau jati diri Karo. Ini terlihat dari fenomena NOBAR dan hasrat orang banyak untuk menyaksikan film dengan tema dan moment yang tepat ini, KARO RENESANS dalam era cultural revival dunia.

    Terima kasih kepada pemuda-pemudi Karo, mahasiwa Karo dan seluruh masyarakat Karo semua kota-kota besar Indonesia yang sudah begitu bersemangat dan bergairah menyemarakkan film perjuangan wanita Karo ini. Sangatlah banyak manfaatnya sekiranya nanti film ini bisa juga beredar dipedesaan Karo sebagai daerah basis kultur Karo di Indonesia.

    Dengan kebangkitan dan peningkatan IDENTITASNYA, suku Karo secara tak langsung memberikan contoh baik bagi semua etnis-etnis Indonesia terutama yang minoritas seperti Karo, untuk membangkitkan dan meningkatkan jatidirinya masing-masing (kultur dan daerahnya), kebangkitan mana adalah merupakan dasar dan syarat utama dalam interaksi logis antara berbagai etnis terutama yang berbatasan daerah, sehingga ada dasar yang kuat untuk menerapkan pedoman SALING MENGAKUI, SALING MENGHORMATI DAN SALING MENGHARGAI sesama etnis, KULTUR dan daerahnya.

    Tak mungkin ada yang MENGAKUI atau MENGHARGAI kalau tak ada IDENTITAS KUAT yang menjadi dasar pengakuan dan penghargaan, terutama tak mungkin atas suku-suku yang tak menghargai identitasnya sendiri.

    Mari semua suku dan kultur yang menjadi basis Bhinneka Tunggal Ika untuk lebih memelihara dan menghargai serta mengembangkan identitasnya dan jati dirinya masing-masing.

    Ini semua adalah ajakan untuk lebih meningkatkan JATI DIRI nation Indonesia sebagai negeri Bhinneka Tunggal Ika.

    MUG

Leave a Reply