120 Kawula Muda Karo di Jogja NoBar ‘3 Nafas Likas’

2
219

jogjaBRANDY KARO SEKALI. YOGJAKARTA. Berbagai kegiatan nonton bareng (nobar) film 3 Nafas Likas oleh masyarakat Karo telah berlangsung dengan meriah di berbagai kota besar di Indonesia. Kaula muda Yogyakarta yang telah lama menggagas rencana nonton bareng film yang bercerita tentang kisah hidup seorang tokoh bernama Likas br Tarigan tersebut juga secara sukses telah berhasil digelar di Empire XXI Yogyakarta [Kamis 16/10].


Kegiatan nobar film 3 Nafas Likas oleh kaula muda Karo di Yogyakarta ini berlangsung sejak Pukul 16.50 sore. Acara yang dikoordinir oleh Aditia Purba ini dihadiri kurang lebih 120 peserta, terdiri dari para mahasiswa Karo yang sedang menimba ilmu di kota gudeg.

Kebersamaan para kaula muda Karo di kota Yogyakarta tampak terasa pada acara nobar tersebut. Hal ini dikemukakan oleh salah satu panitia acara, Plato Ginting. Menurut Plato, seluruh peserta merasa gembira, mengingat acara ini dapat dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat Karo, khususnya kalangan kaula muda.

 


[one_third]Ada Karo Katolik, Permata GBKP, dan Karo Muslim[/one_third]

“Kita semua merasa sangat gembira atas terselenggaranya acara ini, mengingat kesempatan kali ini kita kaula muda Karo dapat berkumpul semuanya dalam satu nama. Biasanya kami hanya berkumpul berdasarkan organisasi-organisasi Karo tiap kampus ataupun agama. Ada Karo Katolik, Permata GBKP, dan Karo Muslim. Tapi dalam acara nobar ini, kami semua dapat bersatu tanpa sekat-sekat. Semua bersatu dalam satu nama Karo yang tergabung dalam ‘Perpulungen Masyarakat Karo Yogjakarta’ (PMKY)’,” ujarnya.

Seperti diketahui, kegiatan nobar film 3 Nafas Likas yang digagas oleh kaula muda Karo Yogyakarta telah direncanakan jauh sebelum film ini dirilis di bioskop. Dalam menyukseskan acara ini, Aditia Purba sebagai koordinator dibantu oleh a.l. Gidion siruga, Bastanta Bangun, Roya Ginting, Ezra Deardo Purba, Idra Ginting, Alan Karo Sekali, Rikki Surbakti, Rikki Tarigan, Dodi Purba, dan Plato Ginting.

 

jogja 3

2 COMMENTS

  1. Ini membuktikan bahwa ‘a sense of belonging’ ternyata lebih kuat selalu pada diri orang Karo. In juga menandakan telah meningkatnya arti IDENTITAS KARO bagi semua orang Karo. Pengaruh cultural revival dunia atas renesans Karo memang sangat mendalam. Terakhir ini sangat banyak bukti-buktinya. PKM di Medan juga berhasil menunjukkan. Pemuda dan mahasiswa semua kota-kota besar seperti Bengkulu, Bandung, Yogyakarta, Batam, Pekanbaru dan banyak kota lainnya, semuanya telah menjadi bukti hidup the sense of belonging tadi.
    Mari teruskan inisiatif dan terobosan yang menarik ini.

    Jika diam saja tak akan ada perubahan

    MUG

  2. Mantabb mpal…
    Enda me palas na danci kita ersada kerina, sada rarasen bas kuta Yogyakarta simalem enda. Janah sitik kel tambahen adi acara nta enda nggo danci mpepulung sitik si lit bas kita guna nukur masker man senina/turangta warga lereng deleng Sinabung.
    Bujur

Leave a Reply