TNI Gadungan Itu Telah 5 Kali Beraksi

1
156

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU. DELITUA. Iskandar (58) warga Jl. Mahkamah Kelurahan Mesjid (Medan Maimun) yang menyaru sebagai TNI ternyata telah melakukan aksi sebanyak 5 kali dengan modus yang sama di Wilayah Hukum Polsek Delitua.

Dari hasil pengembangan yang dilakukan Polsek Delitua, seorang penadah Suhandra als Nando (20) warga Jl. Mahkamah Kelurahan Aur (Medan Maimun) tertangkap.

“Begitu kita berhasil menangkap TNI gadungan atas nama Iskandar, kita langsung melakukan pengembangan. Hasilnya, seorang penadah kereta curian Suhandra als Nando berhasil kita tangkap dan telah dijebloskan ke dalam sel tahanan,” kata Kapolsek Delitua melalui Kanit Reskrim Iptu Martualesi Sitepu SH MH kepada wartawan di ruang kerjanya [Sabtu 18/10].


[one_third]Selalu minta diantar ke RSU Mitra Sejati[/one_third]

Kelima korban perampokan dengan modus yang sama diantaranya adalah Fahmi (14) warga Pamah Kelurahan Delitua Barat. Pelaku yang melintas di Gg. Bakti (Delitua) dengan memakai kereta Beat BK 3890 AEF dicegat pelaku [Selasa 14/10: sekira Pkl. 16.00 Wib]. Begitu berhasil mengelabui korbanya, pelaku kemudian minta diantar ke RSU Mitra Sejati.

Hal serupa dialami Idi Mayadi (30) warga Jl. Denai Gg. Pinang Raya (Medan Denai) [Jumat 3/10: Pkl. 20.30 Wib]. Kereta Satria FU  BK 4991 ABB sukses dilarikan tersangka Iskandar.

“Saat itu, kebetulan hujan turun. Korban yang sedang melintas di Jl. Sutrisno (Medan) memilih berhenti di sebuah emperan toko. Di sana, korban disapa dan diminta untuk diantarkan ke RSU Mitra Sejati. Sesampainya di sana, keretanya kemudian dibawa kabur,” katanya.

Korban berikutnya adalah Muhamad Safrizal (18) warga Jl. Eka Surya (Medan Johor). Saat itu, korban yang hendak pulang ke rumahnya [Jumat 29/8: sekira 17.00 Wib] dicegat oleh pelaku dan juga diminta diantar ke RSU Mitra Sejati. Sesampainya di depan rumah sakit itu, Honda Beat BK 3915 XAL milik korban dibawa lari.

Korban yang lain adalah Aulia Reza Pengestu (16) warga Karya Bakti (Medan Polonia) [26/8: sekira 15.00 wib]. Kereta Yamah Mio milik korban dibawa lari saat tiba di depan RSU Mitra Sejati.

Hal serupa dialami seorang pelajar kelas 1 SMP yang masih berusia13 tahun, warga Jl. Bromo (Medan Area) [Jumat 26/9: sekira 17.30 Wib]. Kereta Supra X 125 milik korban juga dibawa kabur. Saat itu, korban disuruh oleh ayahnya membeli rokok ke warung. Di tengah jalan, pelaku meminta diantar ke kantor Koramil Medan Area. Namun, pelaku bukannya membawa korban ke Kantor Koramil Medan Area, tetapi ke depan RSU Mitra Sejati. Sesampainya di sana, kereta korban dirampas.

“Laporan korban masih kita proses karena saat hendak melapor dia belum membawa surat pengantar dari Show Room mengingat kereta yang dicuri masih berstatus kredit,” tuturnya mengakhiri.

Sementara, menurut keterangan Iskandar, baju seragam loreng tersebut diperolehnya dari seorang etnis keturunan Tionghoa setahun lalu.

“Seragam itu aku dapat dari A San, pak. Waktu itu aku masih kerja sama dia,” kata Iskandar.

1 COMMENT

  1. Yang menjadi tanda tanya ialah di RSU itu selalu ada polisi yang menunggu, sehingga ‘untung ada polisi’ yang bisa menghindari penghakiman massa atas pelaku. Ini tentu berfungsi sebagai jaminan keselamatan pelaku pencurian. Bisa saja kebetulan . . . tapi kok sampai 6 kali . . . ?????

    MUG

Leave a Reply