Mengenal Kinikaron Melalui Gerakan KBB

6
269


Oleh Stevan Amor Tarigan (Medan)


steven amor 14Kata kunci dari KBB (Karo Bukan Batak) ialah bagaimana orang Karo dapat menunjukkan jati diri secara bebas tanpa adanya intervensi, kontaminasi, dan intimidasi.

SANGAR SENI SIRULO BENTENG BUDAYA KARO (Foto: Alex Ginting)
SANGAR SENI SIRULO BENTENG BUDAYA KARO (Foto: Alex Ginting)

Dengan pemikiran positif kita harus berjalan bersama-sama agar tidak terjadi miskomunikasi sehingga terciptanya perpecahan diantara kita. Tanpa kita sadari (tangible/intangible), agresi budaya telah berlangsung lama dan berlaku hingga kini. Kultur budaya Karo sudah banyak yang ditinggalkan. Aset-aset budaya banyak yang tak lagi muncul saat ini. Haruslah kita cermati dengan rasa ingin tahu dengan mengedepankan pikiran positif tanpa sentimen pribadi atau kelompok, tanpa kepentingan pribadi atau kelompok.

Mari kita merenung sejenak, kenapa saat ini PENGULU KARO di setiap perkampungan orang Karo dapat dikatakan sama sekali hilang atau tidak ada. Apa yang menyebabkannya? Cobalah untuk berpikir lebih jauh.

Saya mencoba mengambil contoh sederhana seperti TANAH ULAYAT. Saat ini, masa sekarang di zaman mordernisasi, pertumbuhan manusia semakin pesat dan membutuhkan sarana tempat tinggal, lahan untuk mata pencaharian, dll. Lalu, apa hubungan antara PENGULU KARO dengan TANAH ULAYAT?

Kita ambil lagi contoh kasus seperti kawasan hutan Sikodon-kodon yang dikuasai oleh Taman Simalem Resort dan Taman Pramuka Sibolangit yang disebut-sebut sebagai Tanah Ulayat Orang Karo dan tempat lainnya yang kelak akan terekspos ke permukaan. Kini, telah dikuasai oleh pihak ke tiga. Lalu, apa yang bisa dilakukan oleh orang Karo selain melepaskannya dengan berat hati karena tidak dapat membela diri dari sistem yang ada?

Sejauh mana orang Karo sendiri dapat mempertahankan Tanah Ulayat lainnya jika sendi atau pengetua adat yang disebut sebagai hakim (masa modern) Pengulu Kuta tidak ada lagi dalam sistem adat/budaya Karo? Apakah mempunyai kekuatan besar untuk mempertahankannya jika dihadapkan oleh peraturan perundang-undangan agrarian saat ini? Mari sekali lagi kita berpikir jernih dan hati-hati.


[one_third]menununjukkan jati luhur orang Karo[/one_third]


Saya pribadi sangat percaya penuturan para tetua yang telah mendahului kita, bahwasanya Karo itu adalah masyarakat yang independen (walau pembuktiannya tidak dapat saya kemukakan, karena pada masanya bukti tulisan tidak ada). Dan, saya lebih percaya kepada leluhur saya sendiri dari pada cerita yang bersifat atau berkonotasi politis dengan klaim-kalim yang berlaku. Namun, sekali lagi, dibutuhkan kesabaran untuk menghadapi serangan-serangan dari luar untuk mengacaukan persatuan dan kesatuan kita selama ini yang telah terbina dengan baik. Bukan atas dasar sentimen namun menununjukkan jati luhur orang Karo agar bersama-sama kita kompak memberikan kontribusi kepada Negara kita melalui satu kebudayan yang luhur yaitu budaya Karo – Suku Karo.

Tidak perlu kita merasa berkecil hati ketika KINIKARON kita tidak diperhitungkan. Tugas kita bersama membenahi dari dalam budaya kita budaya Karo agar ketika kita menginjakkan kaki ke kancah Nasional. Kita dapat bertarung secara sportif dan orang mengenal kita sebagai Orang Karo yang berbudaya bahagian dari Nusantara tercinta.

Sekian dari saya, semoga dapat membuka pola pikir kita sebagai orang Karo. Tidak tertutup kemungkinan serangan-serangan akan muncul bertubi-tubi untuk mengahalau pertahanan kita dengan cerita atau informasi yang mereka berikan kepada kita. Tidaklah harus juga kita berseteru dengan suku lain karena warisan peninggalan para penjajah dengan berita penyesatan dan dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk tujuan tertentu. Ketika kita menyandang merga silima, maka kita adalah orang Karo dan harus bangga.

Sikuning-kuningen radu megersing, siageng-agengen radu mbiring. Karo Ersada Karo Ersinalsal. Mejuah-juah.

6 COMMENTS

  1. Salam sejahtera man bandu kerina ,sangat tergugah mbaca tulisendu dan benar sanagt mengena di hati sekli karo tetap karo tdk ada pilihan lain dan saya melihat penduduk dunia lain sanagt bangga dng leluhurnya saya hidup di Benua Australia yg sanagt multikultural dan saya tetap memepertahan kekaroan saya saya nyatakan melalui nama2 anak saya yg laki AUSKAR SURBAKTI (AUSTRALIA KARO ,SEBAGAI PERCENTER DI TV ABC 24 FOR WORLD NEWS sideberu KAMELIA br SURBAKTI (KARO MELBOURNE INDONESIA sebagai guru pengajar bahasa Inggeris di RMTI MELBOURNE .Semoga kiranya dpt bermanpat man kita kalak karo MERGA SILIAMA ADALAH KARO WALAUPUN BERADA DIMANASAJA .MJJ BUJUR ,T.ANTONIO SURBAKTI MELBOURNE /AUSTRALIA .

    • Cerita kade-kadenta Surbakti dari Melbourne ini menunjukkan suatu integritas jatidiri yang benar, sekaligus memperluhatkan sosok keluarga (manusia) Karo yg kompetitif berkarir di mancanegara. Makanya aku selalu heran masih ada orang Karo (dari kata-kata yg diucapkannya) yg mengecilkan dirinya sendiri, inferior dan menyebarkan energi negatif pada org Karo lainnya.

  2. “Tidak tertutup kemungkinan serangan-serangan akan muncul bertubi-tubi untuk mengahalau pertahanan kita dengan cerita atau informasi yang mereka berikan kepada kita. ”

    Ini perumusan yang tepat sasaran. Sudah.banyak bukti hidup selama ini bagaimana pihak oposisi ‘menghalau pertahanan kita’, Tahura mau diganti nama, penipuan Kuta Pengkih, 9 desa Bangunpurba, Juma Tombak, dan terakhir sekali penipuan orang Karo Doulu yang dengan alasan ‘mau mendampingi’ seakan-akan orang Karo Doulu tak bisa berdiri sendiri, terlalu bodoh mengurus dirinya sendiri.

    Sebaliknya terlihat juga bagaimana orang Karo semakin bersemangat tinggi mempertajam JATI DIRINYA atau kekaroannya. Semakin banyak diantara pemuda/mahasiswa Karo menyatakan kekaroannya dalam berbagai bentuk dan cara, seperti dalam nobar Likas. Ini sangat mengembirakan dan semakin menambah semangat bagi kita semua untuk lebih bergairah lagi menunjukkan kekaroan dan JATI DIRI KARO. Terlihat juga dari semakin banyaknya orang Karo terutama pemudanya bikin tulisan-tulisan dan informasi Karo dan JATI DIRI KARO, bahkan rata-rata siap menghadapi perdebatan yang seru sekalipun. Perkembangan dan Perubahan ini sudah terbuikti dalam prakteknya. Ini kita teruskan dan terus bersama-sama menggairahkan.

    Orang Karo karena sifat alamiahnya, bisa berpikir luas dan mendalami persoalan apa saja, sehingga argumentasi ilmiah selalu bisa ditemukan dan diangkat ke permukaan. Dengan begitu, efek diskusi/debat bukan hanya memenangkan Karo, tetapi memenangkan semua, karena akan menjadi pencerahan dan memberikan harapan bagi semua. Ini sesuai dengan filsafat hidup Karo tadi. Sikuningen radu megersing, siagengan radu mbiring.

    MUG

    • Mejuah-juah,

      Selama pejabat-pejabat di Tanah Karo Simalem masih mengutamakan uang dan rakyat Karo pun masih memerlukan uang maka istilah “sepengodak sepengole” tidak akan bisa di jalankan. Seharusnya i ban organisasi/ koperasi kalak Karo supaya orang-orang karo bisa di selamatkan dari penjualan tanah karo kepada orang asing yang di mediasi oleh Kalak Toba. Tanah-tanah itu ada yang di jual tidak lebih dari harga satu meter kain perca.
      Untuk bahan pemikiran.

      • Sangat urgen, penjualan tanah ini harus dihentikan. Dan “penjualan tanah orang karo kepada orang asing yang di mediasi oleh Kalak Toba” harus diwaspadai, karena orang Toba/Batak ini akan selalu berusaha ‘menghilangkan’ Karo dalam ethnic competition. Kalau tanahnya sudah habis, tak ada lagi basis kultur Karo, dan Karo sudah akan sangat lemah gampang dikalahkan dalam semua bidang, atau hilang. Daerah leluhur Karo adalah basis utama survival Karo. Tanpa daerah kultur, kultur hilang, dan etnisnya juga bakal hilang. Dengan sendirinya juga tuntutan ganti nama Tahura jadi ‘singa’ akan mulus.

        Bujur info enda HS.

        MUG

Leave a Reply