Kolom M.U. Ginting: Pahlawan Nasional ke 2 dari Karo

0
333

M.U. GintingSyukukurlah kalau Djamin Ginting akan dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional besok [Sabtu 10/10]. Sudah lama rakyat menuntut, sudah banyak yang mengenal perjuangan rakyat Karo. Wakil Presiden M. Hatta juga mengakui ini dalam suratnya kepada rakyat Karo pada tahun 1948.

 

Dari pihak Laskar Rakyat dalam perjuangan kemerdekaan tak bisa dilupakan adalah Selamat Ginting yang terus berlawan tak mengindahkan perjanjian Renville dengan Belanda. Selamat Ginting bukan TNI. Karena itu, ketika ada Renville, Djamin Ginting (TNI) terpaksa memindahkan pasukannya ke Alas (Kutacane) keluar dari Sumatera Timur, batas daerah Van Mook dalam perjanjian itu. Di Taneh Karo dan Sumatera Timur, Laskar Rakyat (Halilintar) Selamat Ginting meneruskan serangan gerilyanya atas pasukan Belanda, karena dia tidak harus keluar dari Sumatera Timur TNI.

Satu lagi yang patut diangkat jadi Pahlawan Nasional ialah Datuk Sunggal Badiuzaman Surbakti yang berperang dengan Belanda selama lebih dari 25 tahun, perang kemerdekaan terpanjang di negeri ini. Badiuzzaman dan adiknya kemudian dibuang ke pengasingan di Jawa dan meninggal di pembuangan.

Banyaknya pejuang kemerdekaan dari Karo adalah karena sifat kepatriotisan orang Karo, sifat nasionalismenya dan sejalan pula dengan sifat dan cita-cita Soekarno Bapak Nasional Indonesia. Sebab lainnya ialah karena daerah Karo (Sumatera Timur) merupakan daerah penting bagi Belanda, perkebunan dan tambang minyak. Karena daerah ekonomi yang penting bagi Belanda, maka konsentrasi militernya di daerah ini sangat kuat, dan perlawanan juga kuat, terutama dari orang-orang Karo yang, karena selain kepatriotisannya, juga karena tanah-tanahnya yang subur dirampok oleh Belanda.

Leave a Reply