Warga Karo Bangga Djamin Ginting Pahlawan Nasional

2
286

brandy 1BRANDY KARO SEKALI. MEDAN. Presiden Joko Widodo atas nama Pemerintah RI di Istana Negara Jakarta telah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Letnan Jenderal Djamin Ginting [Jumat 7/11: Sore] berdasarkan Keppres nomor 115 TK 2014 yang ditandatangani pada 6 November 2014.

 

Ahli waris yang menerima penghargaan Gelar Pahlawan Nasional kepada Letjen Djamin Ginting diwakili oleh Likas Beru Tarigan.

Dalam upacara penyerahan gelar tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ibu Negara Iriana, Mufida Kalla, pimpinan lembaga negara dan anggota kabinet Kerja. Selain diberikan kepada Letjen Djamin Ginting, Presiden dalam kesempatan tersebut juga memberi gelar yang sama kepada tiga tokoh pejuang lainnya, yakni Sukarni Kartodiwirjo, KH Abdul Wahab Chasbullah dan Mr. HR Moehammad Mangoendiprojo.

Atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional yang diberikan oleh pemerintah kepada Letjen Djamin Ginting yang dikenal sebagai tokoh pejuang kemerdekaan dari Taneh Karo, Sumatera Utara, secara umum masyarakat Karo menyambutnya dengan rasa bangga penuh sukacita.

Hal tersebut terlihat dari ungkapan kegembiraan dan rasa bangga yang disampaikan oleh beberapa elemen tokoh masyarakat Karo yang tergabung di grup diskusi Facebook, Jamburta Merga Silima.

berbangga dan terharu

Seperti yang diungkapkan oleh Robinson Ginting Munthe, seorang praktisi olahraga beladiri yang saat ini tinggal di ibukota Jakarta, mengatakan turut berbangga dan terharu mengingat pengusulan Djamin Ginting sebagai Pahlawan Nasional telah berlangsung lama dan baru tergenapi di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo yang belum lama dilantik.

Robinson Ginting Munthe


“Sangat bangga dan terharu mengingat pengusulannya yang telah berlangsung lama dan tergenapi di bawah Presiden Joko Widodo yg belum lama dilantik. Selain itu ketokohan Djamin Ginting dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan termasuk kesetiannya pada NKRI nyata-nyata terpatri dalam benak masyarakat luas lintas wilayah, etnik dan agama,” tulisnya.

Senada dengan Ginting Munthe, Patris Ginting, Ketua Gerakan Seribu Karo (GEBU Karo) juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap pengangkatan Djamin Ginting sebagai Pahlawan Nasional. Patris berharap agar jiwa kepatriotan dan jiwa perjuangan Djamin Ginting dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Karo.

“Bangga dan berharap jiwa kepatriotan dan jiwa perjuangan beliau bisa menjadi inspirasi kepada generasi muda Karo, maka sebaiknya Tugu Djamin Ginting yang berada di Lapangan Mejuah-juah Berastagi diperbaiki serta dipoles agar lebih bagus lagi dan bisa dijadikan sebagai ikon perjuangan Kalak Karo,” ujarnya.



Sementara itu antropolog Karo, Juara R. Ginting mengungkapkan bahwa sosok Djamin Ginting selama ini telah dianggap sebagai bendera pemerstau bagi orang Karo. Dengan ditetapkannya Djamin Ginting sebagai Pahlawan Nasional, maka menurut Juara, bendera pemersatu bagi masyarakat Karo tersebut telah syah diakui oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia.


“Sejak dari dulu Djamin Ginting dianggap oleh orang-orang Karo sebagai sejenis bendera pemersatu orang Karo. Sekarang, bendera pemersatu Karo itu syah diakui oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga genap pulalah rasanya Karo sebagai sebuah suku berdiri sendiri dan bukan bagian suku lain yang manapun juga telah mendapat tempat (diakui) di peta bangsa dan negara,” tulisnya.

Selebihnya Juara juga mengatakan bahwa sosok Djamin Ginting adalah penerobos seni budaya Karo ke ibu kota.

“Dialah yang hendak menampilkan Djaga Depari di Jakarta. Hanya saja, sayangnya, Djaga meninggal di Medan saat hendak berangkat ke Jakarta. Atas perannya pula film Turang mencuatkan Karo ke tingkat nasional dengan memperoleh penghargaan film terbaik di FFI,” tulisanya lebih lanjut.

Praktisi bisnis asal Taneh Karo, Terbit Sembiring Meliala juga tak luput mengungkapkan kebangganya terkait penetapan Djamin Ginting sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah.

“Untuk menghormati jasa Djamin Ginting, maka perlu diusulkan agar di setiap kota provinsi terkhusus ibukota (Jakarta) dibuat salah satu penamaan jalan Djamin Ginting,” ujar Terbit.

Seperti diketahui, dengan penetapan Djamin Ginting sebagai Pahlawan Nasional, maka hingga kini sudah tercatat dua orang putra terbaik Karo yang mendapatkan gelar ini. Sebelumnya pada tahun 2005, Kiras Bangun (Garamata) juga telah lebih dulu ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai Pahlawan Nasional.

2 COMMENTS

  1. Pagi ini o8/11/2014, saya baca laporan wartawan Tribunnews.com, Srihandrtiatmo Malau dengan judul “Setelah 40 Tahun Menunggu Harapan Nyonya Ginting Terkabulkan”, ada satu bagian menarik dari tulisan itu yang dikutip penulis dari ujaran Nyonya Djamin Ginting, ini kutipannya:
    “Satu kali, tiba-tiba pada sebuah pagi datang pesawat terbang Belanda. Saat itu saya sakit. Suami saya dengan ajudan langsung melompat keluar. Sebanyak 52 kali ditembaki pesawat tempur Belanda,” kenang Nyonya Djamin peristiwa puluhan tahun lalu.
    “Saat itu, saya merangkak hingga ke tepi sungai dengan anak saya yang masih kecil. Tahu-tahu datang ajudan bapak. ‘Ayo Bu ke tempat Bapak.’ Saya bilang, ‘Kenapa bukan bapak yang menjemput aku?’ Ketika itu ajudan itu jawab, ‘kalau ibu mati, itu yang mati satu orang saja. Tapi kalau Bapak yang mati, itu sama saja mati dua resimen. Jadi terserah ibu, mau ikut atau tidak.’ Itu yang paling saya kenang,” kisahnya.

    Saya berfikir mengapa harus kenangan itu yang dimunculkan oleh Nyonya Sang Pahlawan Nasional dari Karo ini saat dia diwawancarai……Pilihan kenangan itu sangat tepat untuk konteks bernegara.., mendahulukan kepentingan negara daripada individu…. Djamin Ginting memang luar biasa……
    Kenangan Ibu Likas sangat menginspirasi, kenangan yang mengharukan dan membanggakan, terimakasih sudah berbagi kenangan itu untuk generasi muda bangsa ini.

    Salam untuk Karo, AL’s.

Leave a Reply