KEPEMIMPINAN KARO

0
170

Oleh: Kikin Tarigan (Aceh Tenggara)

Hal menarik yang sempat dibahas dalam Kopi Darat JMS di Berastagi [Jumat 14/ 11 – Sabtu 15/11] (dengan harapan ada pertemuan tahunan berikutnya) adalah masalah kepemimpinan Karo.

 

adam 5
Pertemun JMS di Bukit Kubu (Berastagi) (Foto: Adam)

 

 

Tidak dalam pengertian artifisial Kepala Daerah, tetapi lebih mendalam yakni mengorganisir potensi yang ada pada masyarakat, kelompok organisasi (formal maupun informal) serta juga individu-individu. Karo masa depan yang independen dari berbagai kepentingan, berdaulat dan bermartabat. Karo “baru” yang dicita-citakan.

Disadari bersama, berbagai latar perbedaan dan pengalaman tidak mudah dikoordinasikan dalam satu organisasi yang tersubordinat dari atas hingga bawah. Selain itu, fakta di lapangan, setiap organisasi dan kelompok mempunyai tradisi dan model kepemimpinannya. Juga diperkuat dalam tradisi masyarakat Karo tanpa kelas, egaliter dan kolektif dengan mengedepankan rasa, dalam konteks lokalnya kita sebut siangkan.

Jumpa Darat 2014 kemarin sangat menekankan hal di atas, sambil memberi ruang partisipasi dan sinergi antar organisasi seluas-luasnya.

Menariknya, hadirin juga bersepakat adanya keprihatinan bersama yang. antara lain misalnya, kurang masifnya sinergi antar kelompok bahkan cenderung saling menjatuhkan dan menghakimi. Fase pendidikan awal dalam keluarga dan pendidikan formal, ditengarai bagian dari pokok persoalan tersebut.

Pada titk awal yang mendasar inilah diskusi 2 (dua) hari kemarin menekankan pendidikan karakter yang diseminasinya akan di-short cut dari keterlibatan Kaoem Moeda. Diharapkan pada posisi tengahnya orang-orang muda Karo dipersiapkan menjadi Pemimpin Karo yang berkarakter sambil menyediakan dirinya menjadi Relawan Pendidik bagi adik-adik generasinya. Pengedepanan proses lebih ditekankan pada tahap awal, sambil menunggu terbentuknya format yang lebih kontekstual.

Bagaimana realisasinya? Pemuda Karo Medan (PKM) yang kebetulan hadir pada saat pertemuan tentu diharapkan dapat menjadi tulang punggung dan ujung tombak perubahan tadi. Sambil menunggu partisipasi dari kelompok dan komunitas muda lainnya, selayaknya langkah awal ini dilaksanakan sesegera mungkin.

Leave a Reply