Ratusan Warga Namorambe Tutup Galian C

1
159
galian 1
Salah satu lokasi Galain C yang diprotes warga Namorambe

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Dituding sebagai pemicu jalan rusak, ratusan warga 4 desa (Lubang Ido, Cinta Rakyat, Rumah Mbacang dan Rampah) )Kecamatan Namorambe) kompak menutup lokasi Galian c ilegal di desa mereka [Senin 24/11: sekira 22.00 wib].

“Kami tidak tahan lagi, pak. Setiap hari harus melintasi jalan rusak. Belum lagi polusi debu yang ditimbulkan ratusan truk pengangkut material itu setiap hari melintas lalu lalang,” kata sejumlah warga ketika ditemui oleh Sora Sirulo [Selasa 25/11] di Desa Rampah Baru.

Hal senada dikatakan Candra Ginting (40) salah satu warga Desa Lubang Ido. Malah kata Ginting, warga sudah beberapa kali menghimbau pihak pengusaha agar memperbaiki jalan yang rusak dan sekaligus melakukan penyiraman agar debu tidak beterbangan ke pemukiman warga. Namun, katanya, para pengusaha Galian C tidak pernah menanggapinya dengan serius.

“Sudah beberapa kali kami peringatkan, tapi mereka cuek saja. Bahkan mereka terus beroperasi hingga tengah malam. Sehingga kami warga di sini juga terganggu tidur,” katanya.

Dalam hal ini, ratusan warga yang terdiri dari 4 desa tersebut sepakat akan menutup lokasi Galian C tersebut bila permintaan mereka tidak diindahkan oleh pengusaha.

“Kami juga kecewa melihat kinerja Polres Deliserdang dan Pemkab Deliserdang yang terus membiarkan Galian C di desa kami tetap beroperasi tanpa ada tidakan. Padahal, tidak ada pemasukan pemerintah dari Galian C itu. Malah sebaliknya, karena irigasi, jalan dan lingkungan dibuat rusak, sehingga kerugian negara yang malah timbul,” sambung warga lainya.

Lanjut dikatakan, hal itu bukan tidak beralasan, karena mereka beroperasi secara ilegal alias tidak memiliki izin. Kalau pun ada, uang itu hanya dinikmati oknum-oknum pejabat tertentu yang masuk ke dalam kantongnya sendiri, bebernya.

Camat Namorambe drs. Edi Yusuf saat hendak dikonfirmasi [Selasa 25/11: Siang] di kantornya terkait aksi ratusan warga ini tidak ada di kantornya. Menurut salah satu stafnya, camat sedang sakit dan saat ini masih dirawat di rumah sakit.

1 COMMENT

  1. Sikap dan tindakan rakyat Karo Namorambe sangat patut dan seharusnya semua politisi Karo di Deliserdang mendukung 100% dan ikut aktif membantu pelaksanaan cita-cita rakyat ini.
    Bupati pendatang orang Batak di Deliserdang jelas tak berkepentingan memakmurkan penduduk Karo dan tak berkepentingan menjaga lingkungan Karo di Deliserdang. itulah bentuk konkret ethnic competition di Deliserdang dan Sumut umumnya. Masa depan Karo tak bisa dipercayakan kepada bupati pendatang. Nasib Karo dan masa depan Karo dan daerah ulayatnya hanya orang Karo sendiri yang bisa menentukan. Pengalaman 9 desa Bangunpurba, Juma Tombak, dan pembatakan di Doulu adalah contoh persaingan sengit antar-etnis di Sumut. Dan harus dicatat bahwa ini semua terjadi di tanah ulayat Karo! Pikirkan itu bagi yang mengaku pemimpin Karo atau yang menganggap dirinya politisi Karo. Jangan berpura-pura tak tau ini, dan jangan pro penguasa pendatang di tanah ulayat Karo.

    MUG

Leave a Reply