Gangguan Bipolar di Sekeliling Kita

0
142

Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ (psikiater)

Ketua SMF Psikiatri RS. Dr. H. Marzoeki Mahdi (Bogor)

 

lahargo 1.bipolar 3Pada suatu kesempatan konsultasi, seorang remaja putri menceritakan kesulitannya dalam mengatasi mood (suasana alam perasaan) nya yang berubah-ubah. Pada satu kesempatan dia bisa sangat gembira dan antusias dalam menghadapi hari tetapi dengan mudah moodnya berubah menjadi sangat sedih dan murung karena suatu peristiwa kecil saja.

Perubahan mood yang dialaminya ini menyebabkan dirinya sering dijuluki “moody” oleh teman-temannya. Remaja putri ini memiliki pacar yang sering berkonflik dengan dirinya sampai melibatkan fisik, memukul, mencakar, dan menendang sudah merupakan hal biasa yang dilakukannya. Perubahan mood yang tidak nyaman ini membuatnya sulit untuk bisa beradaptasi dengan perkuliahan dan relasinya dengan orang lain. Suasana perasaan (mood) yang berubah-ubah adalah suatu gambaran masalah kejiwaan yang disebut Gangguan Bipolar.

Gangguan bipolar merupakan penyakit yang serius. Gangguan ini dapat membuat mood seseorang yang normal dapat menjadi sangat ekstrim sehingga disebut manik depresif. Orang dengan gangguan bipolar memiliki mood yang tidak menentu (mood swing).  Moodnya dapat berayun dari yang paling rendah (depresi) ke yang paling tinggi (mania).

Gangguan bipolar merupakan penyakit seumur hidup. Tetapi, dengan terapi yang ada sekarang, orang dengan gangguan bipolar dapat hidup dan beraktivitas seperti orang normal lainnya. Bahkan, mereka dapat menjadi sangat produktif dalam kehidupan.

Efek yang ditimbulkan akibat dari gangguan bipolar yang tidak diobati dapat sangat berat. Episode depresi dan mania yang merupakan karakteristik dari gangguan ini dapat membuat orang yang menderitanya tidak dapat hidup dengan stabil dan produktif. Pada fase mania, pasien dapat menjadi hiperaktif dan tidak bertanggungjawab. Pada fase depresi, dia menjadi sangat sulit untuk mengerjakan apapun.

Karena dampak dari gangguan bipolar dapat mengenai seluruh aspek kehidupan maka diagnosis dini dan terapi sesegera mungkin sangatlah dibutuhkan.

Pada gangguan bipolar terdapat beberapa episode gejala yaitu: episode manik, episode hipomanik,  episode depresi dan episode campuran. Setiap episode memiliki karakteristiknya sendiri yaitu :

bipolar 21. Episode Manik :

(1) peningkatan aktivitas atau agitasi

(2) peningkatan pembicaraan (pressure of speech, flight of ideas, racing thoughts)

(3) lompat gagasan, atau individu secara subyektif merasakan percepatan pikiran.

(4) hilangnya batasan normal sosial, yang berakibat pada perilaku yang tidak sesuai dalam lingkungannya.

(5) penurunan kebutuhan tidur

(6) peningkatan self-esteem atau rasa kebesaran (merasa diri hebat, punya banyak kelebihan dan kemampuan)

(7) perubahan terus-menerus dari aktivitas atau rencana

(8) perilaku yang tidak bijaksana dan tidak hati-hati yang risikonya tidak disadari oleh penderita, seperti pemakaian uang berlebihan, rencana-rencana besar yang tidak matang, berkendara secara tidak hati-hati, membagi-bagi barang tanpa tujuan, mentraktir orang lain tanpa tujuan

(9) peningkatan enersi seksual atau tidak hati-hati secara seksual

  1. Episode Depresi :

(1) mood yang depresif

(2) kehilangan minat dan kesenangan

(3) mudah lelah

(4) konsentrasi dan perhatian berkurang

(5) harga diri dan kepercayaan diri berkurang

(6) gagasan perasaan bersalah dan tidak berguna, bahkan pada episoda ringan sekalipun

(7) pandangan masa depan suram dan pesimistis

(8) gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri

(9) gangguan pada pola tidur dan pola makan

  1. Episode Hipomanik

Gejala seperti episode manik tetapi dengan intensitas lebih ringan

  1. Episode campuran

Dalam beberapa hari atau minggu episode mood berubah dengan cepat.

Gangguan Bipolar sebaiknya cepat dideteksi dan diberikan terapi yang tepat supaya yang bersangkutan bisa kembali produktif dan berfungsi dalam kehidupannya sehari-hari. Beberapa terapi yang dapat diberikan antara lain adalah :

  1. Obat-obatan : Mood stabilizer (untuk menstabilkan mood, suasanaalam perasaan); Anti psikotik (untuk mengatasi pikiran pikiran yang irrasional)
  2. Psikoterapi : terapi bicara untuk merubah “mind set” dan pola perilaku ke arah yang lebih positif
  3. Dukungan keluarga, relasi, dan masyarakat sekitar

Salam sehat jiwa!

Leave a Reply