Kolom M.U. Ginting: JONRU GINTING

4
285

M.U. GintingJonru Ginting tipikal Karo, ada emosi Karo padanya. Bedanya ialah Jonru berusaha mengatasi dan berusaha mengembangkan dirinya dalam semua situasi yang bikin emosi, seperti bullying yang dialaminya di FB.

 

Ada yang bikin polling penutupan dan pemboikotan FB Jonru. Kritiknya terhadap Jokowi telah bikin simpati banyak dan juga antipati. Kritik terhdapa Jokowi terutama karena dia Presiden RI sekarang adalah tema yang sangat populer luar biasa saat ini.

Ketika saya tulis di Kompasiana tema ’Kritik Kerhadap Jokowi’, dalam waktu berberapa jam sudah ada pembaca ratusan orang, sangat beda dengan tulisan-tulisan saya sebelumnya. Saya jadi berpikir mengapa demikian cepat populer? Sebab utama ialah ’kritik’ tadi, karena pro kontra akan langsung banyak dengan terbaginya RI dalam situasi KMP dan KIH.

Dalam tema ’Kritik Terhadap Jokowi’ di atas, kelihatannya yang diutamakan pembaca (umumnya KMP) ialah kritiknya dan terhadap Jokowi, sedangkan dalam tema itu saya mementingkan kritik sebagai pendorong perubahan dan perkembangan, sebagai bagian penting dari dialog, diskusi dan debat.

Tetapi maksud utama ini kelihatannya tak terikut atau tak terbaca ketika membaca artikel itu. KMP melihatnya sebagai kritikan saja dan dianggap positif bagi mereka, begitu juga KIH menganggap negatif saja. Keduanya melihat menurut naluri masing-masing yang sudah ditetapkan menurut kepentingan politik masing-masing pula. Dalam artikel itu a.l. saya tulis:

 ”Tanpa kritik seorang pemimpin akan membusuk, pikiran maupun sikapnya, sudah terjadi pada Soeharto dan pemerintahannya. Dan kejadian seperti ini pasti merugikan kepentingan seluruh nation. Dengan kritikan ini pemerintah Jokowi dan Jokowi sendiri pastilah bisa melihat dimana salahnya dan benarnya sehingga bisa bikin perbaikan. Itulah kontradiksi sebagai tenaga penggerak perubahan dan perkembangan. Kontradiksi tercermin dalam kritikan, diskusi dan debat.”

4 COMMENTS

  1. Ketika Jonru bikin workshop seminar tema menulis yang bagus, yang datang hanya 10 orang dan kebanyakan yang pro kritikan terhadapa Jokowi. Sekiranya seminar itu tadi bisa diikuti oleh ratusan pro dan ratusan kontra, seperti di dunia maya FB, pastilah seminar itu akan lebih ‘indah’ sesuai dengan ‘perbedaan itu indah’ hehehe . . .
    Kelihatannya memang dunia maya dan dunia nyata masih tetap besar bedanya. Perbedaan di maya masih ‘lebih indah’ dibandingkan di warung seminar. Apa orang Karo dan orang-orang introvert lainnya lebih suka berhadapan di dunia maya? Kelihatannya introvert Jonru sudah mulai menyukai dunia nýata juga?

    MUG

    • kritik dan fitnah tentunya dua hal yg berbeda sob… tapi dasar apa yg membuat anda menyatakan yg disampaikan jonru itu fitnah? selain itu… kembali ke Jonru, mungkin bagi dia disitulah letaknya kontroversi yg digulirkannya dan dia saya rasa sangat menyadari keberadaan media sosial yg penuh dengan orang yg pro dan kontra, bagi yg pro tentu akan tertarik bahkan bisa ikut mengamini ‘kritik’ yg disampaikan jonru, tapi bagi yg kontra justru merasa gerah dan ingin mencounter… hehehe… je kap je pak Ginting…

  2. Mungkin ini bagian dari budaya pasca pop… tidak masalah disuka atau dibenci yang penting banyak yang ‘follow’ (baik itu yg ngebully atau yg yg puji, gak masalah yg penting follower banyak…). Mengutip sedikit kata2 yg sering dilontarkan syahrini ‘hatters is truly lovers’… kaitannya dengan tulisan bertema kritik terhadap Jokowi sering kali para follower (baik haters maupun lovers) saling melempar kail dan umpan, saling cibal siding juga, tak jarang g sering ‘rulut’ kadang ada yg jumpa teruh, tak sedikit juga yg jumpa datas… hehehe… dan ini gak akan ada habisnya… (Hampir mirip sama KBB jugalah… hehehe). dan sayangnya nggak seperti sebelum-sebelumnya, kali ini belum ada yg mengambil posisi ‘poros tengah’ yang mengambil keuntungan dari perseteruan yg terjadi antara KMP dan KIH, (tapi ada juga yg mulai berkicau kayaknya…hehehe) dan pertanyaan buat ‘kalak karo’ : “apakah Jokowi kerja atau kerja-kerja?”… hmmm… hehehe… salam KBB! perbedaan itu Indah dan memperindah dunia…

Leave a Reply