Kolom M.U. Ginting: Jokowi Lemah Tapi …

2
145

jokowi 2M.U. GintingJokowi mempunyai keunggulan di sisi mentalitas, terlihat dari kepastiannya menghadapai masalah yang muncul, seperti persoalan yang diakibatkan oleh kenaikan BBM. Jokowi dengan tenang menghadapi semua persoalan sekitar kenaikan BBM, berlainan dengan SBY tiap kali ada persoalan BBM dia lari ke luar negeri.

Sikap Jokowi  yang tak mau mengelakkan persoalan tetapi siap menghadapinya berpengaruh sangat besar pada sikap orang-orang sekelilingnya untuk menghidupkan sikap yang sama. Inilah pengaruh nyata revolusi mental Jokowi.

Betul memang bahwa Jokowi terlihat seakan-akan punya posisi yang lemah dalam pengertian keterlibatan partai-partai pendukungnya termasuk PDIP, sepertinya tidak punya akar yang kuat di situ. Seperti juga ditulis di merdeka.com: ”Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi menilai Presiden Jokowi tak mempunyai kekuatan penuh dalam pemerintahan. Hal ini akibat tak adanya kekuatan politik yang seratus persen mendukung kebijakannya.”

Jokowi bukan Ketum partai politik, bukan Ketum PDIP juga. Adalah betul dari segi pemikiran klasik kekuatan politik bahwa Jokowi dikatakan atau dianggap lemah. Tetapi ini pikiran klasik. Artinya, pikiran yang tidak mewakili perubahan dan perkembangan pemikiran baru manusia pada Abad 21.


[two_third]Kesedaran rakyat atau kesedaran publik berubah tiap detik[/two_third]

Jokowi mengandalkan kekuatannya atas perkembangan pikiran dan kesedaran yang ada pada rakyat, kesedaran dan pemikiran yang berubah dan berkembang tiap detik sesuai dengan perubahan dan perkembangan kesedaran manusia dunia pada jaman ini. Revolusi mentalnya didasarkan pada perubahan dan perkembangan di masyarakat, bukan atas dasar perubahan dan perkembangan dalam satu partai atau grup parlemen yang pada umumnya berubah 5 tahun sekali, tiap kali pemilihan. Kesedaran rakyat atau kesedaran publik berubah tiap detik. Inilah dasar berpijak revolusi mental dan motor politik Jokowi

”Jokowi juga terlihat mempunyai keberanian untuk konfrontatif,” kata Burhanudin Muhtadi.

Berani menghadapi persoalan rumit dan berani konfrontatif adalah faktor intern yang sangat dibutuhkan oleh seorang pemimpin berpandangan jauh. Jokowi bukan hanya tak mau menghindari persoalan, tetapi juga dihadapinya dengan serius dan juga secara konfrontatif. Ini adalah kwalitas intern seorang manusia yang berpikiran maju dan adil. Maju dengan argumentasi ilmiah, dalam tiap persoalan penting masyarakat. Dengan dialog, diskusi dan pendalaman persoalan mencari solusi adalah cara terbaik menghadapi persoalan masyarakat dan persoalan kemanusiaan pada umumnya pada era 21 ini.

Karena itu yang selalu akan menentukan dalam soal sukses atau gagalnya perpolitikan Jokowi ialah faktor intern Jokowi dan menteri-menterinya atau pemerintahannya, yang dengan kata lain adalah revolusi mental itu. Sedangkan faktor extern hanya sebagai pembantu dalam mempercepat atau memperlambat proses perkembangan tiap persoalan.

Faktor-faktor intern inilah yang selalu lebih menentukan daripada faktor extern lain-lainnya. Kenyataan ini bisa kita saksikan sendiri dalam proses perpolitikan yang sedang berjalan sekarang. Ide-ide baru atau trobosan baru dari tiap kementerian akan selalu menentukan sukses atau gagalnya perpolitikan Jokowi. Tetapi tidak juga berarti bahwa Jokowi tak butuh dukungan extern. Dukungan ini juga selalu diperlukan, dan ini akan bertambah dengan bertambahnya kesuksesan yang dicapai.

2 COMMENTS

Leave a Reply