Kolom M.U. Ginting: Jokowi dan Kesedaran Dunia

0
175

Lanjutan dari “Jokowi Lemah Tapi …

 

 

M.U. GintingEra Jokowi adalah era Abad 21. Banyak perubahan mendasar, perubahan kesedaran atau peningkatan kesedaran manusia yang juga sangat cepat karena kekuatan kecepatan elektronik, kecepatan digital. Banyak yang belum melihat perubahan ini, sehingga tak bisa mengikuti.

Beruntunglah mereka yang sudah melihat tanda-tanda perubahan sehingga tidak kaku dalam menanggapi dan menganalisa semua perubahan, terutama di bidang perpolitikan yang sangat banyak mempengaruhi perjuangan partai-partai politik yang sedang bertarung sengit dalam suatu masyarakat atau negara.

Partai-partai yang tak bisa melihat perubahan ini terpaksa mengalami kekalahan atau perpecahan atau semakin lemah berantakan, kecuali kalau partainya masih bisa bertahan dalam disiplin lama diktatorial nuansa kultus individu seperti partai komunis era lama atau partai fasis era lama. Sebaliknya, bagi partai-partai yang melihat jelas perubahan masih tetap bisa bertahan dan berangsur menyesuaikan diri.


[two_third]membikin lintang pukang partai-partai mapan[/two_third]

Perubahan-perubahan seperti ini sangat jelas terlihat di Eropah dan Eropah Barat khususnya. Di sini, tumbuhnya partai-partai bernuansa nasional yang menekankan kultur nasional, berkebalikan dengan multikulturalisme yang masih tetap dipertahankan oleh partai-partai the establishment. Partai-partai baru ini sekarang telah menjadi kekuatan nomor 3 di banyak negara Eropah, dan yang sangat membikin lintang pukang partai-partai mapan tiap negara. Walaupun ada juga partai-partai mapan yang tak ragu mengikuti arah pemikiran baru ini seperti partai CDU Angela Merkel di Jerman yang bilang “multi kulti has failed totally”, dan juga Cameron Inggris dimana UKIP, satu partai peringkat 3 sekarang di Inggris mewakili perkembangan baru anti multi-kulti maupun Uni Eropah dan sedang menanjak cepat tahun-tahun terakhir ini.

Untuk bisa mengikuti dan memahami perubahan memang harus dimulai dulu dengan revolusi mental seperti yang diandjurkan Jokowi. Tanpa revolusi mental orang hanya akan seperti kucing lapar yang mengitari bubur panas tak pernah berani menyicipinya. Revolusi mental telah terjadi pada orang Skotland yang ingin merdeka dari Inggris, pada orang Katalonia ingin bebas dari Spanyol, dan juga terjadi pada orang Karo dengan KBB (Karo Bukan Batak). Semua gerakan ini bercirikan kebebasan kultural, secara nation atau secara etnis dan daerahnya. 

Leave a Reply