Kolom M.U. Ginting: Antara Kekuasaan dan Keadilan

0
127

M.U. GintingJK sebut kebanyakan konflik didasari oleh ketidakadilan dalam menilai kembali konflik berdarah masa lalu pada tahun-tahun permulaan lengsernya diktator Soeharto.

Akhirnya sampailah JK ke kesimpulan bahwa kontradiksi sesungguhnya di Poso dan Ambon ialah soal ketidakadilan. Tentu sama juga dengan Kalbar, Kalteng dan yang terakhir 2010 ialah konflik etnis di Tarakan. Di Tarakan, antara orang asli Dayak dengan pendatang orang Bugis, etnis JK sendiri. Di sini juga tentu berlaku masalah ketidakadilan. Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang pemimpin Dayak Tarakan maupun Kalteng, adanya pelanggaran atas pepatah bijak negeri ini telah dilakukan  oleh grup pendatang: ’di mana kaki berpijak di situ langit dijunjung’.

Pelanggaran atas kebijakan leluhur ini sangat jelas menggambarkan KETIDAKADILAN yang sangat menyakitkan bagi penduduk asli daerah yang tanah ulayatnya dirampok atau seperti JK bilang: ‘The winner takes all’, maka langsung tidak harmoni.

Sekarang. telah semakin banyak orang memahami bahwa persoalan konflik adalah soal KETIDKADILAN. Juga semakin banyak pemimpin yang mengerti bahwa kontradiksi pokok dunia sekarang ialah perjuangan untuk keadilan. Mengapa dulu JK tidak menjelaskan atau kemungkinan juga tidak mengerti soal ini?


[two_third]peningkatan kesedaran manusia sangat cepat[/two_third]

JK sama dengan semua yang lain juga, bahwa peningkatan kesedaran manusia selalu melalui proses, melalui penambahan pengalaman serta penambahan pengetahuan dan informasi yang berdasarkan kebenaran dan keadilan. Pada abad elektronik, era sekarang terlihat bahwa kecepatan tersebarnya informasi dan pengetahuan itu telah bikin perubahan dan peningkatan kesedaran manusia sangat cepat. Ini terlihat dalam semua bidang, sosial dan terutama politik.

Politik adalah perjuangan kehidupan grup manusia dimana tujuan pertama dan utama dalam tingkat sekarang masih didominasi oleh perjuangan untuk merebut KEKUASAAN. Jadi, dalam tingkat perkembangan kesedaran yang ada sekarang, terlihat jelas masih disejajarkan perjuangan untuk keadilan dengan perjuangan untuk kekuasaan.

Semua grup atau partai politik mengaku memperjuangkan keadilan tetapi pertama memperjuangkan KEKUASAAN. Perjuangan demokrasi juga masih belum terlepas dari perjuangan untuk kekuasaan. Tetapi dengan perubahan yang semakin nyata dan dengan demokrasi digital, semakin terlihat bahwa semakin banyak manusia yang ingin dan bisa membedakan dua perjuangan ini, perjuangan untuk KEADILAN dan perjuangan untuk KEKUASAAN.

Kesedaran baru soal kekuasaan akan muncul semakin nyata dan cepat karena kesedaran rakyat (publik) berubah tiap menit dengan adanya info digital internet.

Walaupun LENYAPNYA KEKUASAAN atau kekuasaan akan berubah dalam bentuk yang lain, masih akan butuhkan proses yang sangat lama, tetapi perubahan terlihat semakin cepat. Karena itu tendensi arah kesedaran manusia semakin pasti bahwa KEKUASAAN semakin hari semakin tak bisa lagi melindungi KETIDAKADILAN.

Leave a Reply