Lige-lige Karo Mengemuka Lagi di Medan

0
157
lige-lige
Mobil karnaval peserta dari kontingen Mamre GBKP Rungun Simpang Marindal yang telah dihiasi dengan pernak-pernik kebudayaan Karo (Foto: Satria Sembiring)

BRANDY KARO SEKALI. MEDAN. Dalam rangka menyambut Natal Mamre Sinodal Se-Indonesia pada 27 Desember 2014 mendatang, yang panitianya adalah Mamre GBKP Klasis Medan Delitua, diadakan Pra Natal yang dilaksanakan hari ini [Sabtu 20/12: Pkl. 14.00 WIB].

Acara Pra Natal Mamre GBKP akan dilaksanakan dengan mengadakan karnaval mengintari seputaran Kota Medan dengan rute perjalanan: Start di Kantor Klasis GBKP Medan Delitua KM 4,5 Kompleks Pamen Jl. Jamin Ginting – Jl.. Mongonsidi, Jl. Juanda, Jl. B. Katamso, Lapangan Merdeka, Jl., Guru Patimpus, Jl. Gatot Subroto, Tomang Elok, Jl. Setia Budi, Simpang Selayang, Jl. Jamin Ginting – Kantor Klasis GBKP Medan Delitua Komplek Pamen (finis).

Jika pada tahun 1960an para aron Karo kerap melaksanakan acara karnaval dengan menarik lige-lige dari Padangbulan ke Lapangan Merdeka, maka kegiatan karnaval yang dilaksanakan oleh Mamre GBKP ini juga tampaknya mirip dengan konsep tersebut meski media lige-ligenya sudah dipermodern menggunakan mobil hias.

Seperti diketahui lige-lige merupakan kenderaan kebesaran Karo berbentuk mirip rumah si empat ayo bertingkat-tingkat terbuat dari kayu, beratap ijuk dan dilengkapi dengan beberapa roda kayu. Kenderaan bergerak ketika ditarik dengan tali secara beramai-ramai. Kebesaran lige-lige sedikit lebih rendah dari kalimbaban yang bentuknya mirip lige-lige tapi jumlah tingkatannya lebih banyak.

Meski media lige-lige Karo tempo dulu dengan lige-lige Mamre GBKP pada karnaval nanti siang telah menggunakan media yang berbeda, tetapi kita dapat membayangkan bahwa spiritnya pasti sama, yaitu sama-sama “Pang ku tengah encidahken bana: “Énda Karo Ndai, turang-senina sebangsa dan setanah air!”

Semoga spirit Kinikaron semakin mengemuka, khususnya di Kota Medan. Sebab walau bagaimanapun juga, Kota Medan merupakan kota yang didirikan seorang tokoh Suku Karo, yaitu Guru Patimpus Sembiring Pelawi. Semoga dengan banyaknya kegiatan kebudayaan Karo di kota ini, sehingga keberadaan Suku Karo sendiri dapat semakin dikenal di tanah nenek moyangnya sendiri.

Bagi seluruh warga Karo di seluruh kota Medan tentu akan sayang jika melewatkan untuk turut ikut menyaksikan acara ini nanti siang, sebab walau bagaimanapun juga acara ini harus didukung oleh semua elemen masyarakat Karo dengan tujuan agar acara-acara yang berkonsep sama dikemudian hari juga dapat semakin mengemuka di tengah-tengah kota yang dipanteki oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi ini. Karo ersada, Karo ersinalsal Mejuah-juah kita kerina

Mejuah-juah kita kerina.

Foto head cover: ROSSI WANDANA TARIGAN

 

Leave a Reply