2 Maling Kereta Diringkus Keponakan Kanit Reskrim Polsek Delitua di Dalam Gereja

0
209

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun Barusitepu 1IMANUEL SITEPU. DELITUA. Dua spesialis maling kereta di rumah ibadah diringkus Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Martualesi Sitepu SH MH bersama dua keponakanya [Minggu 21/12: sekira 08.30 wib] saat beraksi di dalam Gerjea GBKP Simpang Mariendal Jl. Bajak 2 (Medan). Kedua maling masing-masing Sunardi (42) warga Gg. Makmur Jl. Sei Mencirim dan Amrizal (35) warga Dusun 7 Bukit Dinding Sei Wampu, Stabat (Langkat).

Menurut Kanit reskrim Polsek Delitua Iptu Martualesi Sitepu SH MH kepada Sora Sirulo [Senin 22/12], pada hari kejadian pagi itu, Iptu Martualesi Sitepu bersama dua keponakanya Doni Harjoni Sinaga (19) dan Gusti Arjuna Sitepu (19) sedang melaksanakan ibadah pagi di gereja GBKP Simpang Mariendal. Begitu sedang asyik beribadah, Doni Sinaga dan Gusti Sitepu yang duduk berdampingan, secara tidak sengaja menoleh keluar dan melihat kedua tersangka masuk ke dalam halaman gereja dengan mengendarai kereta Satria FU BK 3575 AEO.

Salah satu pelaku langsung menuju ke arah kereta Supra X 125 BK 5777 AEG milik salah satu jemaat. Detik berikutnya, pelaku mengotak-atik kereta yang terakhir diketahui milik Sahnan Salomo Ginting (48) warga Jl. Pembangunan Simpang Limun, Kelurahan Sitirejo (Medan Amplas) dengan menggunakan leter T yang diambil dari tasnya.

Melihat aksi kedua tersangka, Doni Sinaga dan Gusti Sitepu yang masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan swasta di Medan ini, langsung membisikan kepada pamanya Iptu Martualesi Sitepu. Meski masih saat ibadah, Iptu Martualesi Sitepu dan kedua keponakanya, langsung mengejar.

“Aku melihat salah satu pelaku yang mengenakan jaket mematahkan stang kereta milik jemaat. Lalu aku beritahu kepada paman dan kami langsung mengejar,” kata Doni Sinaga di Polsek Delitua.


[two_third]Begitu terjatuh, Doni memiting tersangka Sunardi[/two_third]

Begitu kereta hendak dibawa kabur lewat gerbang depan gereja, seketika itu pula Iptu Martualesi Sitepu yang masih pincang berjalan akibat baru menjalani operasi memerintahkan kedua keponakanya mengejar. Mendapat arahan dari paman, salah satu tersangka bernama Sunardi yang mengendarai kereta Satria FU langsung didorong oleh Doni. Begitu terjatuh, Doni memiting tersangka Sunardi dan selanjutnya dibawa ke halaman gereja.

Tersangka Amrizal yang  mengetahui temanya sudah ditangkap memilih melarikan diri. Melihat salah satu pelaku kabur, Martualesi Sitepu seketika menyuruh Gusti Sitepu mengejar. Amrizal tidak mau ditangkap begitu saja saat terjebak di jalan buntu. Begitu berhadapan satu lawan satu dengan Gusti Sitepu, Amrizal berupaya membuat perlawanan. Ia kemudian mengeluarkan kunci T dari sakunya.

Ternyata, Doni Sinaga tidak kalah gesit dengan Gusti Sitepu. Meski sempat duel, Gusti Sitepu akhirnya berhasil melumpuhkan Amrizal.

“Pelaku sempat melawan dan menyerang saya dengan kunci leter T. Tapi tersangka berhasil saya tangkap,” tambah Gusti Sitepu.

Sementara Kapolsek Delitua, Kompol Anggoro Wicaksono SH Sik MH ketika dikonfirmasi secara terpisah mengapreasai dua mahasiswa yang melakukan penangkapan terhadap pelaku curanmor tersebut.

“Menurut pengakuan tersangka, mereka sudah dua kali beraksi di rumah ibadah. Kita akan memberikan piagam penghargaan kepada kedua mahasiswa itu karena berhasil mengungkap dan menangkap pelaku curanmor yang saat ini cukup menjadi atensi Kapoldasu,” kata Anggoro Wicaksono.

Leave a Reply