Peralihan Tahun: Bukitlawang Redup, Taman Mini Meriah

0
170

heriHERI GINTING. BUKITLAWANG. Menyamut pergantian tahun baru di Bukitlawang (Kecamatan Bahorok) sepi dibandingkan tempat-tempat wisata lainnya di Sumatera Utara seperti Prapat (Simalungun), Tuktuk (Samosir) dan Berastagi (Dataran Tinggi Karo).

Di Prapat, misalnya, rumah-rumah wargapun ikut disewakan kepada para tamu lokal karena kamar-kamar hotel dan home stay telah penuh dikunjungi wisatawan. Sementara di Bukitlawang, masih terdapat banyak kamar hotel maupun home stay yang kosong. Seperti halnya Hotel Eco Lodgeor, masih banyak kamarnya yang kosong.

Besar kemungkinan penyebab utamanya adalah karena jalan yang tidak begitu bagus menuju Bukitlawang sehingga wisatawan dari Medan lebih memilih berlibur menyambut pergantian tahun ke Berastagi atau Prapat atau juga ke Tuktuk.

Di Bukitlawang hari ini [Rabu 31/12] didera hujan deras sejak Pukul 19.00 Wib hingga saat berita ini diangkat. Aliran listrik pun berhenti karena hujan lebat sehingga lampu-lampu pun padam menyebabkan gelap gulita.

Seorang wisatawan Jerman yang ditanyai Sora Sirulo mengatakan kecewa atau terputusnya aliran listrik ini.

tmii 2
Acara Karo untuk pergantian tahun di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) (Foto: Cahaya Purba)

“Ditambah pula banyaknya suara musik kibot dan suara mesin genset yang saling bersahutan sedangkan lampu hotel pada padam. Bagaimana tidak kecewa di malam pergantian tahun baru begini?” kata Claudia si wisatwan Jerman.

Adapun rekan Cahaya Purba dari Taman Mini Indonesia (TMII), Jakarta, melaporkan meriahnya acara menyongsong pergantian tahun di anjungan Rumah Adat Karo. Selain menampilkan gendang kibot dan tari-tarian Karo, tampil juga penyanyi rap yang mengenakan kaos bertuliskan Aku Kalak Karo.

“Meski hujan turun juga di sini, tapi orang-orang Karo membludak datang ke acara ini kata Cahaya Purba dari TMII ketika ditanyakan oleh Sora Sirulo mengenai kehadiran orang Karo di acara ini.

Leave a Reply