Kolom M.U. Ginting: GOLKAR Menurut Rais

0
146

M.U. GintingTokoh PAN Amien Rais sepertinya belum bisa menerima dasar utama perubahan ialah kontradiksi. Artinya, kontradiksi atau pertentangan adalah motor perubahan. Amien mengakui adanya ‘gonjang ganjing’, tetapi yang dimaksudkannya adalah di partai lain pula, yaitu di Partai Golkar. Amien sudah melihat kontradiksi tajam di Golkar. Di PAN masih tenang, katanya, atau dia mengimbau supaya kader-kader PAN untuk ’tetap tenang’.

[two_third]Sejarah kemanusiaan pada pokoknya adalah sejarah perang[/two_third]

Begitulah sejarah kemanusiaan dan perkembangan teknik canggih sekarang ini muncul karena kontradiksi dan penyelesaiannya. Lihatlah bagaimana perubahan dari perbudakan ke feodal dan dari feodal ke kapitalisme. Di sini semua perubahan itu lewat perang dan korban banyak. Demikian juga pencapaian di bidang tehnik canggih, bahkan didapat dari semangat untuk perang dan semangat untuk memenangkan perang seperti senjata canggih pembunuh massal. Walaupun pikiran ini masih ada juga sampai sekarang tetapi ini adalah sisa abad-abad yang sudah berlalu. Bentuk tertinggi solusi kontradiksi adalah perang. Ini berlaku dalam tingkat sejarah sampai dengan abad 20.

Di Abad 21 ada perubahan besar dalam SOLUSI KONTRADIKSI ini, terutama kontradiksi dalam soal kemanusiaan dan soal ekonomi, sosial, dan politik. Itulah yang kita namakan sekarang abad DIALOG dan KETERBUKAAN, abad DISKUSI dan ARGUMENTASI ILMIAH dalam semua soal yang menyangkut perubahan dan perkembangan manusia, kemajuan ekonomi dan sosial, walaupun masih ada juga yang memaksakan solusi dengan kekerasan, bom, dan sebagainya. Tetapi, kesedaran manusia sudah sampai ke tingkat seperti sekarang ini sehingga memakai cara perang dan kekerasan dalam mencari solusi persoalan, sudah tidak lagi jadi prioritas utama seperti pada abad-abad yang silam.

Jadi, kalau kita melihat kembali abad-abad lalu, perubahan, perkembangan dan kemajuan ternyata selalu lewat kekerasan dan perang.

Apakah kekerasan dan perang yang membikin perubahan dan kemajuan?

Pikiran normal atau normatif tentu tak bisalah dikatakan begitu. Tidak mungkin kita mengakui bahwa dengan perang dan bunuh-bunuhan kita akan menciptakan perubahan dan dengan sendirinya kemajuan, dalam bidang teknik maupun pikiran. Tetapi, itulah yang memang sudah terjadi dalam sejarah perkembangan manusia. Terserah mau mengakui atau tidak mengakui KENYATAAN yang sudah berlalu. Sebagaimana yang telah terjadi, kita harus mengakui bahwa KONTRADIKSI telah menjadi tenaga pengerak perubahan.

Momok perang dan kematian massal inilah yang telah menanamkan pikiran tabu dalam otak manusia sehingga tak mengakui kontradiksi sebagai tenaga penggerak perubahan dan perkembangan.

”Rakernas ini kita ciptakan yang sejuk, jadi jangan ada lagi yang teriak-teriak,” ujar Amien dalam Rakernas PAN 7 januari 2015.

Mungkinkah Rakernas partai-partai diciptakan dalam situasi ”yang sejuk dan jangan lagi ada yang teriak-teriak”?

Bahwa solusi persoalan didapatkan lewat dialog dan argumentasi ilmiah sudah memungkinkan sekarang ini adalah karena jasa INTERNET, sehingga memungkinkan jutaan orang ambil bagian dalam setiap solusi persoalan. Begitu juga sudah mungkin terjadinya kondisi ’sejuk dan tanpa teriak-teriak’ (Amien Rais) adalah karena perubahan penting kesedaran manusia dimana dominasi extrovert abad lalu berangsur-angsur beralih ke dominasi introvert abad 21 dalam Quiet Revolution Susan Cain dan Revolusi Mental Jokowi.

Leave a Reply