Akankah Gendang Karo Bertahan?

1
154

Oleh: Plato Ginting (Yogyakarta)

 

plato 7Banyak anak muda Karo yang tidak begitu tertarik lagi dengan gendang Karo. Mungkin karena bentuknya yang kecil, terkesan aneh dan kurang keren. Aku sendiri sudah dari kecil melihat gendang Karo tapi tak pernah ada niat untuk mempelajarinya. Bahkan aku lebih tertarik belajar taganing Batak ketika SMA, sampai aku serius mempelajari ketukannya. Mungkin karena memainkannya terlihat gagah dan mirip dengan bermain drum.

Barangkali seperti yang aku alami inilah anak muda Karo melihat alat musik Karo khususnya gendang. Ditambah lagi penggunaan gendang Karo ini pun hanya terbatas pada musik pengiring kematian dan acara-acara khusus tertentu yang bagi anak muda sungguh tidak gaul. Itulah sebabnya anak muda kurang tertarik untuk mengetahui lebih jauh, apalagi mempelajarinya.

Baru setelah kuliah di Jurusan Musik ISI Jogja, aku semakin tertarik pada musik Karo. Tak terkecuali gendang ini. Menurut pengamatanku, gendang Karo terbilang unik. Secara umum gendang yang dipukul dengan memakai stik cukup langka di Indonesia. Pada umumnya gendang di Indonesia ditabuh dengan tangan kosong seperti memainkan gendang Melayu, misalnya. Keunikan yang bagiku luar biasa adalah ukurannya yang sangat kecil dan sejauh ini aku belum menemukan gendang yang lebih kecil dari gendang Karo.

 

uniknya gendang Karo justru bisa bermain dinamis

Beberapa kali aku merenung-renungkan keistimewaan Gendang Karo dengan melihat-lihat videonya di Youtube dan mendengarkannya secara seksama. Suara yang dihasilkan sangat nyaring dan irama yang sangat unik. Tak banyak instrumen pembawa ritmis yang bisa bermain cepat pada lagu bertempo lambat. Uniknya gendang Karo justru bisa bermain dinamis, dari lambat sampai sangat cepat bahkan dalam lagu bertempo lambat sekalipun. Aku melihat ini tidak kalah dengan seorang Drummer Jazz yang sedang berimprovisasi mengeksplorasi bunyi. Belum lagi Gendang Singindungi yang bisa menghasilkan Suara naik Turun. Belum pernah kutemui Gendang yang bisa seperti ini.

Di samping kegunaannya sebagai instrumen musik, aku melihat hal unik lain dari gendang Karo yang tak dimiliki gendang apapun di dunia ini (anggapan pribadiku). Gendang singanaki memilki anak yang ditempelkan di badannya. Persis seperti seorang ibu yang menggendong anaknya. Aku menduga-duga, jangan-jangan gendang singindungi dan gendang singanaki sedang menggambarkan sepasang suami istri dengan anaknya. Apalagi dalam permainannya gendang singanaki dan gendang singindungi tak bisa dipisahkan satu sama lain, karena saling melengkapi untuk memainkan ritme dalam sebuah lagu. Keduanya memiliki peran masing-masing yang takkan sempurna tanpa perpaduannya. Namun ini hanya dugaanku. Hahaha  Benar tidaknya belum pernah aku tanyakan pada yang mengetahui.

Sekarang aku masih berpikir, bagaimana agar Gendang ini disukai oleh generasi muda Karo. Apalagi dari beberapa tulisan yang kubaca, orang yang bisa memainkannya sudah sangat minim. Akankah Gendang Karo punah seperti Murbab alat gesek karo ?

1 COMMENT

  1. Analisa bagus dan pendapat yang terus terang soal gendang Karo.
    Saya mendengar dari seorang bahwa lagu Karo banyak ragamnya tetapi tarinya hampir sama saja katanya. Orang-orang extrovert terutama dari Batak banyak juga yang mengomentari lagu Karo seperti orang lnangis. Ada betulnya semua komentar ini. Begitulah orang menanggapi.. Lagu dan tarian Karo adalah spesifik menggambarkan jiwa orang Karo. Orang Karo umumnya sangat menikmati lagu Karo begitupun tarian Karo. Belum pernah ada orang Karo yang tak menyukai sekiranya masih dalam situasi Karo.

    Mungkinkah gendang Karo atau lagu Karo bisa survive dalam situasi bukan Karo?

    Dulu banyak yang tidak menyukai lagu-lagu dan film India. Sekarang situasinya lain, banyak yang semakin menyukainya. Apakah yang berubah? Attitude? Kesedaran? Atau orang Indianya bikin penyesuaian dengan perkembangan dunia?
    Barngkali pertanyaan-pertanyaan inilah kuncinya untuk survival gendang Karo dan lagu Karo.

    MUG

Leave a Reply