Pleidoi Ringkas KBB

1
180

Oleh: Ariston Ginting (Medan)

 

Ragu dengan KBB (Karo Bukan Batak)? Sebaiknya anda mundur secara teratur.

Pertemuan member Jamburta Merga Silima di Berastagi dalam merancang kegiatan pendukung KBB di dunia nyata

Seorang pejuang tidak akan pernah merasa ragu sebelum tujuannya menjadi kenyataan. Begitu juga dengan perjuangan KBB yang sekarang ini. Sebelum KBB diakui di seluruh Indonesia dan masyarakat internasional kita tidak akan pernah berhenti memberitakan/ mengkampanyekan KBB. Itulah visi-misi KBB.

“KBB saat ini berada di atas angin. Bisa dibilang lagi di awang-awang. Tidak tahu arah tujuannya ke mana,” kata beberapa yang meragukan keberadaan KBB.

Saya sendiri tidak akan pernah meragukan KBB. Walau pun orang bilang membicarakan KBB hanya bual-bual kede kopi saja (pekeri-keri pulsa nina lagu Karo ah). Memang betul ini hanya bual-bual kede kopi saja. Tapi, bagi anda yang sedang meragukan KBB, coba kita menikmati dan pahami apa tujuan kBB.

Sudah saya katakan, bagiku, ini bukanlah sekedar bual-bual kede kopi. Memang saya tidak sangat mengerti tentang sejarah asal-usul Karo. Tapi, itu bukan berarti saya harus mengikuti apa kata mereka yang sedang meragukan KBB.

Saya akan gali dan pahami apa itu Karo. Salam KBB dari pulau seberang. Mejuah-juah.

1 COMMENT

  1. Teruskan sebarkan pencerahan KBB termasuk dikalangan Karo sendiri yang belum mendapatkan berita soal penemuan terakhir akademisi seperti penemuan arkeologi di Gayo dimana ditemukan barang anyaman dan DNA Karo (juga Gayo) yang sudah berumur 7400 th. Orang Batak sendiri menurut arkeolog Ketut Wiradyana baru ada di Sumatra 700-800 th lalu. Ini ditegaskan lagi oleh Ketut dalam Seminar Mitologi Batak di Unimed yang lalu. Berita ini belum terbaca oleh banyak orang Karo termasuk dari gereja Karo GBKP.

    MUG

Leave a Reply