Kolom M.U. Ginting: Hukuman Mati

0
97

M.U. Gintinghukuman mati 1Pro dan kontra hukuman mati masih terus berlangsung. Argumentasi dan alasan-asalan kelihatannya tak ada yang baru, semua klasik saja. Sepertinya, soal ini tak memberikan semangat baru bagi proses kehidupan manusia. Orang-orang politik meningkatkan kemunafikannya dalam soal ini. Itu yang meningkat salah satunya.

Kalau misalnya dibilang hukuman mati perlu mengurangi penduduk terutama dan pertama dulu orang ’jahat’ yang tak berguna bagi kehidupan orang lain, mungkin ini baru. Di Barat atau Eropah Barat tak ada hukuman mati. Orang ’jahat’ di sini dan di tempat yang ada hukuman mati, bukan berarti lebih sedikit atau lebih banyak.

Pernah ada seorang ahli bom hydrogen mengusulkan pengurangan penduduk dunia dengan bomnya, karena bom ini tak merusak bangunan, tetapi hanya mematikan orang. Jadi, yang bertahan hidup atau survive tak akan mengalami soal perumahan. Ini sangat efektif mengurangi penduduk. Jeleknya, tak membedakan penduduk pula. Karena itu tak mungkin usul ini diterima.


[two_third]tak bisa membedakan antara hidup atau mati[/two_third]

Apakah narkoba, penjual dan penggemarnya berkurang dengan hukuman mati? Sama sekali tidak. Lebih masuk akal kalau narkoba dibebaskan saja, tiap orang atau keluarga bisa menjaga dirinya sendiri seperti manusia dewasa dan waras. Perlu diperhitungkan juga bahwa, bagi yang sedang candu (high), tak bisa membedakan antara hidup atau mati. Karena itu sering bikin celaka orang lain atau bikin mati orang lain juga. Inilah akibat yang sangat menyedihkan bagi keluarga yang tertimpa. Ini yang bikinan orang yang cari duit dengan bikin penderitaan orang lain.

Hukuman mati orang-orang ini masih terus diperdebatkan. Yang seharusnya tak perlu diperdebatkan, tak akan pernah selesai. Selama sistem tak membebaskan narkoba, selama itu akan ada bandit narkoba cari duit. Selama itu pula perlu pengadilan untuk bisa membunuh orang ’jahat’ ini. Padahal sudah jelas pekerjaan orang ini, bikin sengsara dan mati banyak orang lain demi duit.

Leave a Reply