Ratusan Pedagang Pasar Delitua Tolak Relokasi

1
207

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun Barupasar 2IMANUEL SITEPU. DELITUA. Ratusan pedagang Pajak Delitua yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pajak Delitua (HPPD) menggelar aksi demo di lokasi Pajak Delitua [Jumat 16/1: sekira 15.00 wib].

Pantauan di lapangan, sambil beryel-yel menyanyikan lagu Indonesia Raya, ratusan pedagang yang didominasi oleh pernanden (ibu-ibu) menolak kebijakan Pemkab Deliserdang terkait akan direlokasikanya pedagang Pajak Delitua ke lokasi Perumahan Deli Old Town di Jl. Pamah, Kelurahan Delitua Barat (Kecamatan Delitua). Dengan membentangkan spanduk tanda penolakan, para pedagang terlihat mengecam kebijakan Pemkab Deliserdang yang akan melakukan penggusuran secara sepihak dan terkesan sarat kepentingan.

“Kenapa kami pedagang dipaksa dipindahkan berjualan ke lokasi Perumahan Deli Old Town. Itu kan milik pengembang (swasta),” beber para pedagang heran.

Warga menduga relokasi yang dilakukan pihak Pemkab Deliserdang terindikasi main mata dengan pihak pengembang Deli Old Town, yang disebut-sebut milik pengusaha etnis Tionghoa yang notabenenya adalah orang dekat petinggi Pemkab Deliserdang.

“Lokasi pasar yang ditawarkan pihak pengembang tidak diminati pedagang karena letaknya tidak strategis. Makanya kami tidak mau pindah ke sana. Apa lagi letaknya cukup jauh dari jangkauan masyarakat,” celetuk para pedagang.

Karena sampai saat ini tidak ada pedagang yang berminat menempati lokasi Perumahan Deli Old Town, melalui tangan Camat Jahar Efendi Rambe dan KUPTD Pasar Delitua Fery Edinanta Bangun, pedagang kemudian dipaksa untuk menempati kios di lokasi perumahan tersebut, duga pedagang.

“Ini jamanya Jokowi. Jadi, Pemkab Deliserdang jangan sesuka hati memaksa pedagang pindah ke perumahan milik pengembang. Kami akan tetap bertahan di lokasi Pajak Delitua samapi tetes darah terakhir,” ucap para pedagang sambil berteriak.


[two_third]Deli Old Town tidak diminati[/two_third]

Lebih lanjut dikatakan pedagang, selain lokasi pasar di Deli Old Town tidak diminati, pedagang juga enggan menempati lokasi tersebut karena dikelola oleh pihak swasta.

“Tau lah, bang, lokasi itu milik swasta. Pasti banyak peraturan dan kutipan di situ nantinya. Jelas saja hal itu momok menakutkan bagi pedagang. Selama inipun penghasilan kami pas-pasan nya,” beber para pedagang lagi.

Hal senada dibenarkan Ketua Himpunan Pedagang Pasar Delitua Sabar Bangun melalui Seketarisnya P. Ginting (46). Kepada Sora Sirulo, Ginting mengatakan, jika Pemkab Deliserdang tetap merelokasi para pedagang, sudah pasti tidak akan menjamin kesejahteraan para pedagang. Mirisnya lagi, kata Ginting, selama ini, Pemkab Deliserdang maupun Camat Delitua tidak pernah memanggil para pedagang serta melakukan sosialisasi terkait relokasi yang akan dilakukan.

“Pengurus Perhimpunan Pedagang Pasar Delitua tidak pernah dipanggil soal relokasi ini. Penggusuran ini terkesan sarat kepentingan sepihak,” kata Ginting.

Ketika dipertanyakan lebih jauh, seandainya ada iming-iming dari pihak Muspika maupun Pemkab Deliserdang agar mau menempati lokasi Perumahan Deli Old Town, Ginting selaku perwakilan pedagang mengaku akan tetap bertahan di kios tempatnya berjualan dengan alasan mereka berjualan di lokasi Pasar Delitua sudah turun-temurun.

“Kami berjualan di kios ini sudah turun temurun. Kalau kios di Pasar Delitua mau dibenahi dan ditataulang, kami mau saja. Tapi kalau pindah dari sini, kami tidak mau. Karena kios yang kami tempati adalah detak nadi kami,” tuturnya mengakhiri.

Camat Delitua, Jahar Efendi Rambe ketika dikonfirmasi melalui selularnya meminta kepada wartawan agar berkordinasi dengan KUPTD Pasar Delitua. Sementara, KUPTD Pasar Delitua Fery Edinanta Bangun ketika hendak  dikonfirmasi terkait adanya penolakan relokasi yang dilakukan pedagang belum berhasil. Beliau sedang tidak ada di kantornya.

1 COMMENT

Leave a Reply