Kolom M.U. Ginting: Narkoba dan Penjajahan

0
219

M.U. Ginting“Perang terhadap mafia narkoba tidak boleh setengah-setengah, karena narkoba benar-benar sudah merusak kehidupan baik kehidupan penggunanya maupun kehidupan keluarga pengguna narkoba.” (Presiden Jokowi)

Setelah eksekusi mati warga negaranya, dua negara menarik dutanya dari Indonesia yaitu

Belanda dan Brazil. Kedua negara ini melakukan apa yang harus mereka perbuat dalam menghadapi hukuman mati atas warganegaranya. Ini pasti sesuai dengan tuntutan politik yang berlaku di kedua negara itu, terutama karena di sana tak ada hukuman mati.

Di Indonesia, keadaan sudah menjadi ’darurat narkoba’. Ini sudah menjadi masalah serius, dalam perjalanan hidup mati bangsa ini. Generasi muda dari anak-anak SD sudah banyak terkena. Kalau ini terus saja tanpa penanganan serius dan tegas, bisa terlambat dan nation ini akan berubah jadi milik orang yang ingin menghancurkan dan menguasainya yang sejak semula bertujuan begitu. Narkoba, Pornografi/ HIV adalah alat utama menghancurkan dan menguasai satu nation dengan biaya murah.

Soal narkoba di negeri Barat ialah bahwa penjualan dan produksi dilarang, pelanggaran tanpa hukuman mati, pemakaian tidak dilarang. Hasil yang terlihat dan sudah begitu sepanjang abad ialah bahwa penjualan dan produksi semakin banyak. Bersamaan dengan itu, juga pemakaian semakin banyak yang mengakibatkan penderitaan dan kematian juga semakin banyak. Di Indonesia sudah menjadi ’darurat narkoba’.

Dengan melihat hasil dari usaha orang Barat menangani narkoba tak berhasil, bisa dicoba kebalikannya, yaitu bebaskan produksi dan penjualan narkoba tetapi dilarang keras pemakaiannya. Negara berhak penuh untuk menangani pengguna/ pencandu, misalnya dengan isolasi atau cara lain.


[two_third]perang melawan bahan kimia yang merusak otak[/two_third]

Belanda mempraktekkan pembebasan ’narkotika ringan’, tetapi pengguna semakin banyak karena tanpa larangan. Kalau penggunaan dilarang, otomatis produksi dan penjualan jadi tak berguna. Dengan kampanye pencerahan dan informasi yang semakin mendalam soal industri ini kepada semua golongan dalam masyarakat pastilah industri narkoba berangsur hilang. Pencerahan dan informasi sangat penting, karena soal ini adalah soal perang melawan bahan kimia yang merusak otak manusia, bikin gila, halusinasi, dan bunuh diri. Ini adalah perang kimia, atau chemical warfare, tak bisa dikalahkan tanpa informasi dan pencerahan yang semakin tinggi dan mendalam.

Usaha lainnya dalam menghancurkan dan menguasai satu nation ialah dengan industri pornografi. Industri ini mengakibatkan kekerasan, perkosaan, pembunuhan, pelacuran, perceraian, dan terakhir kematian/ penderitaan karena HIV/AIDS.

Kedua industri ini (narkoba, pornografi) mempengaruhi manusia lewat otaknya. Otak jadi rusak dari narkoba maupun dari pornografi, terutama sangat berbahaya bagi keberlangsungan satu negara kalau sudah menjalar luas di kalangan generasi muda satu negara. Inilah yang sudah terjadi di Indonesia. Karena itu sudah menjadi darurat narkoba dan darurat pornografi.

Dua industri ini adalah industri dengan keuntungan terbesar pada abad 20-21, terutama industri pornografi pada abad internet. Narkoba dinikmati dengan memakai pancaindra mulut, hidung atau injeksi. Pornografi dinikmati lewat pancaindra mata. Kedua industri ini merusak masyarakat dengan mempengaruhi dan merusak otak manusia, sehingga semakin banyak yang terkena, apalagi sudah dimulai di kalangan generasi muda satu negeri, maka nation itu sudah bernasib seperti telur di ujung tanduk, gampang diambil alih oleh orang lain atau kekuasaan lain, artinya penjajahan baru.

Industri pornografi (juga industri narkoba) bisa berkembang dengan memanfaatkan kebutuhan manusia. Sex termasuk kebutuhan pertama dalam hierarki kebutuhan Maslow. Tak ada kehidupan tanpa memenuhi kebutuhan ini. Tetapi industri pornografi memanfaatkan atau memanipulasi kebutuhan manusia untuk cari untung besar, dan mengakibatkan malapetaka besar bagi masyarakat dan negara. Karena itu, pornografi harus ditindak tegas, matikan semua siarannya di internet maupun offline, tetapi bikin tempat penyaluran legal dan sehat, untuk menampung kebutuhan pertama hierarki Maslow ini.

Leave a Reply