Kolom M.U. Ginting: Komunikasi, Bukan Pembatakan

0
208

M.U. Gintingkolom 4Suku Karo umumnya introvert, daerahnya bertetangga dengan suku-suku yang extrovert maupun introvert. Perkawinan antara dua suku ini menjadi perkawinan antara introvert dan extravert.

“Kunci hubungan ada pada komunikasi” karena jembatan antara kedua tipe manusia ini “hanya akan terbangun dengan komunikasi yang jujur mengenai kepribadian Anda dan calon pasangan”.  Mengetahui dan mempelajari introversi dan extroversi akan sangat meringankan saling hubungan ini.

Dalam gerakan modern pencerahan KBB pada hakekatnya juga berisikan fenomena hubungan antara dua tipe manusa introversi dan extroversi, antara Karo dan Batak. Sebelum gerakan KBB mencuat, hubungan ini didominasi oleh sepihak saja. Didominasi oleh pihak extrovert orang Batak dengan usaha pembatakannya. Pembatakan ini semula digunakan oleh kolonial Belanda yang  berkepentingan membatakkan berbagai suku pegunungan/pedalaman termasuk Karo dengan tujuan perpecahan antara suku-suku penduduk pegunungan yang masih ’kafir’ dengan penduduk pesisir yang sudah memeluk Islam.

Pembatakan di era modern ini ialah dengan mempertahankan dan meneruskan fenomena kolonial itu dengan memasukkan suku-suku tertentu sebagai bagian dari Batak, termasuk Karo.


[two_third]Karo introvert dengan Batak extrovert bisa dijembatani[/two_third]

Gerakan pencerahan KBB sekarang berusaha menjelaskan dan berikan pencerahan ke semua pihak bahwa pembatakan sekarang seperti halnya pembatakan kolonial tidak akan pernah memberikan rasa adil dan nyaman bagi orang Karo. Karo introvert dengan Batak extrovert bisa dijembatani bukan dengan pembatakan yang berarti mundur kembali ke era kolonial, tetapi dengan pencerahan dan pengakuan sesama suku. Saling mengakui, saling menghormati dan saling menghargai sesama suku, terutama identitas masing masing suku, daerah dan kulturnya.

Jembatan antara kedua tipe manusia ini hanya akan terbangun dengan komunikasi yang jujur,  termasuk sangat penting diketahui mengenai kepribadian dua tipe manusia ini.

Leave a Reply