Pemuda Karo Medan Gelar Pelatihan Karakter

2
198

alexander firdaustALEXANDER FIRDAUST. MEDAN. Pemuda Karo Medan (PKM) mengadakan pelatihan “Character Building Training” bagi para generasi muda Karo dan umum selama dua hari [Jumat dan Sabtu 30-31/1: Pkl. 09.00 – 16.00 Wib] di Kampus I Universitas Medan Area (UMA).

Denhas Sembiring Maha selaku koordinator PKM mengatakan kepada Sora Sirulo [Kamis 22/1], kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda Karo yang berjiwa handal.

“Menerapkan pendidikan karakter kepada generasi muda Karo sangat penting dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda yang berjiwa handal. Keinginan yang kuat untuk meraih kesuksesan para generasi muda itu kelak ditentukan oleh besarnya mimpi dan ketakutan mereka untuk mengatasi kekecewaan yang pernah dialami,” ujar Denhas.

Lebih lanjut Denhas mengatakan, pelatihan karakter merupakan suatu nilai positif dalam kehidupan para pemuda yang dibentuk oleh PKM. Hal ini dimaksudkan agar ke depannya para pemuda dapat menjadi pioner perubahan di tengah-tengah masyarakat Karo khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

“Sebagai pemuda yang bakal menjadi generasi penerus, melalui pelatihan ini teman-teman pemuda Karo diharapkan dapat mengembangkan bentuk pemikiran dan sikap sabar, empati, jujur, adil, tanggungjawab dan iklas,” ujarnya.

Pelatihan tersebut juga akan menggali kecerdasan manusia yang dapat dibagi atas sembilan bagian. Setiap bagian dari sembilan kecerdasan akan dikuasai oleh setiap orang bahkan lebih dari satu.

“Menggali kecerdasaan yang dimiliki oleh seseorang merupakan salah satu materi yang akan diberikan di dalam Character Building Training Pemuda Karo Medan. Sangat sayang apabila pelatihan ini dilewatkan,” terang Denhas.


[two_third]dihadirkan dra. Herlina Br Surbakti MA[/two_third]

Sebagai trainer pada pelatihan ini akan dihadirkan dra. Herlina Br Surbakti MA yang telah memiliki banyak pengalaman bekerja di organisasi-organisasi internasional sebagai guru orientasi budaya, bahasa Inggris, bahasa Indonesia selama 33 tahun. Herlina br Surbakti juga merupakan pensiunan guru dari Jakarta International School dan sekarang tengah mengikuti program Translation and Interpreting Studies pada Jurusan Linguistik, Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara, Medan.

2 COMMENTS

  1. Pedoman tingkah laku Sosial, Masyarakat Sekolah dan Universitas

    Pada era globalisasi sekarang ini, dengan maraknya penggunaan technology banyak anak anak Indonesia sudah meninggalkan kearifan lokal yang sebelumnya di praktekkan oleh orang tua mereka secara turun-temurun yang terdapat pada setiap suku-suku bangsa yang ada di Indonesia. Mereka hidup dalam budaya kolektiv sedangkan budaya yang masuk ke Indonesia melalui nedia media adalah budaya individualistik.

    Anak-anak masa kini sudah terbiasa dengan hal-hal yang instant dan mereka tidak menghargai proses dan tanggung jawab. Keterampilan untuk mendengarkan dan bekerjasama juga sudah sangat memprihatinkan, dengan kata lain generasi muda Indonesia sudah tidak mempunyai arah yang jelas untuk maju kedepan.

    Dengan berlakunya kurikulum 2013 pada sebagian sekolah dan semua universitas dimana nilai-nilai dan etika wajib diajarkan pada tingkat dasar sampai tingkat universitas. maka sudah saatnya rambu-rambu hidup ini diperkenalkan kepada generasi muda Indonesia termasuk generasi muda Karo.

    Dasar Pemikiran:
    Sekelompok orang (Bangsa Indonesia) yang memiliki tujuan yang sama harus memiliki nilai-nilai yang sama pula. Nilai-nilai ini harus diperkenalkan dipelajari dan dipraktekkan dan pada akhirnya menjadi kebiasaan. Nilai-nilai bersama ini juga akan membantu mahasiswa untuk-dapat bekerja sama didalam team, berkolaborasi serta bekerja secara mandiri/individual dengan kreatif dan percaya diri. Semua kegiatan pada workshop ini akan disampaikan dengan metode Student Centered Learning (SCL)

    “The everyday application of the Five lifelong guidelines and 19 Life skills school wide creates a powerful body-brain compatible learning environment…” Current body brain research is clear: emotions play a critical role in learning – and non learning.” Emotion drives attention and attention drives learning and memory.” (Tools for Citizenship for Life…p 11)

    Nara Sumber:
    Dra. Herlina Surbakti, M.A.
    Herlina Surbakti telah berpengalaman dalam Trainer of Trainers di Jakarta bekerjasama dengan KNIU/UNESCO/ASPnet berkolaborasi dengan Departemen Pendidikan Nasional dan International Education Research Network (iEARN) sejak tahun 2004.

    Mejuah-juah.
    Sampai jumpa pada pelatihan yang akan datang.

  2. Bagus sekali kegiatan PKM ini. Juga sangat setuju dan senang Herlina br Surbakti bisa ikut aktif dalam kegiatan ini.
    Kegiatan ini juga adalah bagian penting dari “Cermin Karo” (JRG).
    Daerah dan kultur Karo adalah tempat berpijak orang Karo, kegiatan dan pengetahuannya akan menjadi sayapnya untuk bisa terbang. Ini semua ada dalam gerakan PKM ini. Kita ada tempat berpijak, tempat berdiri teguh dan mengembangkan sayap untuk bisa terbang tinggi. Maju terus anak-anak muda.

    MUG

Leave a Reply