Catur Karo Dideklarasikan

1
300

catur karo 1

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU. DELITUA. Persatuan Catur Karo Sumatera Utara (PERCAKA-SU) telah dideklarasikan di Wisma Deli Persada Jl. Kesehatan, Delitua [Kamis 22/1].

Menurut Andreas Barus, selaku pendiri Persatuan Catur Karo Sumatera Utara kepada Sora Sirulo di sela-sela acara deklarasi, saat ini, permainan Catur Karo sudah mulai pudar dan ditinggalkan oleh generasi pemuda Karo. Oleh karena itu, timbul niat untuk kembali membangkitkan minat untuk melestarikannya.

“Kegiatan ini nantinya juga dapat menambah wahana aset menunjang kepariwisataan di Provinsi Sumatera Utara,” katanya.


[one_fourth]memperkenalkan aturan main dan tata cara Catur Karo ke masyarakat luas[/one_fourth]

Masih kata Andreas Barus didampingi Wakil Seketaris Darwin Bukit dan Bendahara Pioner Gurusinga, penyelenggaraan pertandingan lomba Catur Karo yang bakal dilaksanankan dalam waktu dekat ini tidak hanya melibatkan orang-orang dari Suku Karo saja, tapi juga sekaligus memperkenalkan bagaimana aturan main dan tata cara permainan Catur Karo kepada masyarakat luas.

“Permainan Catur Karo ini sangat unik dan berbeda dengan permainan catur nasional dan internasional. Karena itu, sangat perlu dilestarikan,” tambahnya.

Mudah-mudahan adanya Persatuan Catur Karo ini dapat membangkitkan semangat dan motifasi para generasi muda Karo pada khususnya.

“Di samping itu, penyelanggaraan Catur Karo ini juga merupakan mencari bibit-bibit atlit pecatur Karo,” bebernya seraya berharap agar Bupati Karo dan Gubernur Sumatera Utara segera mengagendakan permainan Catur Karo nantinya.

1 COMMENT

  1. Selamat Atas kelahiran PERCAKA. PERCAKA Tingkat Nasional perlu dibentuk dan tidak salah jika Kantor Pusatnya Deli Tua. Pusat kerajaan Deli masa lampau. PERCAKA segera sosialisasikan aturan mainnya agar generasi muda Karo mengerti dan jika sudah mengerti, anak anak muda akan menjaga “raja” nya jangan kena “sah/seh” terlalu dini. Kalo raja sudah masuk angin nggak bisa “murjah”. Hati hati juga langkah langkah ahir, mestinya bisa menang, salah langkah bisa “mbetu”. Satu lagi kalo latihan jangan terlalu “mekapal lapikna”, nanti seperti “Joker Karo”, anak i rumah jadi yatim piatu, gara gara nande bapa kecanduan taruhan satur Karo, eh Joker Karo.

Leave a Reply