Pedoman Tingkah Laku Sosial, Masyarakat Sekolah dan Universitas

0
136

Oleh: dra. Herlina Surbakti MA (USU, Medan)*

 

herlina 3Pada era globalisasi sekarang ini, dengan maraknya penggunaan teknologi, banyak anak-anak Indonesia sudah meninggalkan kearifan lokal yang sebelumnya dipraktekkan oleh orangtua mereka. Kearifan lokal telah berlangsung secara turun-temurun di masing-masing suku bangsa yang ada di Indonesia. Mereka hidup dalam budaya kolektif, sementara budaya yang masuk ke Indonesia melalui berbagai media adalah budaya individualistik.

Anak-anak masa kini sudah terbiasa dengan hal-hal yang instan dan mereka tidak menghargai proses dan tanggungjawab. Keterampilan untuk mendengarkan dan bekerjasama juga sudah sangat memprihatinkan. Dengan kata lain, generasi muda Indonesia sudah tidak mempunyai arah yang jelas untuk maju ke depan.

Dengan berlakunya kurikulum 2013 di sebagian sekolah dan semua universitas dimana nilai-nilai dan etika wajib diajarkan pada tingkat dasar sampai tingkat universitas. sudah saatnya rambu-rambu hidup ini diperkenalkan kepada generasi muda Indonesia termasuk generasi muda Karo.


[one_fourth]Dasar Pemikiran[/one_fourth]

Sekelompok orang (Bangsa Indonesia) yang memiliki tujuan yang sama harus memiliki nilai-nilai yang sama pula. Nilai-nilai ini harus diperkenalkan, dipelajari dan dipraktekkan dan pada akhirnya menjadi kebiasaan. Nilai-nilai bersama ini juga akan membantu mahasiswa untuk-dapat bekerja sama di dalam team, berkolaborasi serta bekerja secara mandiri/individual dengan kreatif dan percaya diri. Semua kegiatan pada workshop ini akan disampaikan dengan metode Student Centered Learning (SCL)

“The everyday application of the Five lifelong guidelines and 19 Life skills school wide creates a powerful body-brain compatible learning environment…” Current body brain research is clear: emotions play a critical role in learning – and non learning.” Emotion drives attention and attention drives learning and memory.” (Tools for Citizenship for Life…p 11)

Mejuah-juah.
Sampai jumpa pada pelatihan yang akan datang

* Herlina Surbakti telah berpengalaman dalam Trainer of Trainers di Jakarta bekerjasama dengan KNIU/UNESCO/ASPnet berkolaborasi dengan Departemen Pendidikan Nasional dan International Education Research Network (iEARN) sejak tahun 2004.


Leave a Reply