Kolom M.U. Ginting: KPK dan Polri

0
177

M.U. Ginting“BW tidak boleh mundur. Jika mundur berarti KPK kalah. Bambang adalah target untuk menghentikan pemberantasan korupsi. Karena itu kami harus bergerak,” kata Wakil Rektor UII Abdul Jamil dalam pernyataan sikap bersama akademisi Yogyakarta.

Dia meminta Jokowi untuk tidak takut bertindak. Dia yakin jika Jokowi berani, maka rakyat, aktivis dan akademisi siap berada di belakangnya.

“Seperti yang saya bilang, sekarang tinggal membutuhkan keberanian,” tandasnya.

Di era introversi Abad 21 ini banyak orang minta Jokowi lebih berani, lebih tegas, lebih cepat dsb. Pendeknya, diminta bertindak seperti orang-orang extrovert era lalu era mulut besar dan teriak-teriak yang dinggap berani, tegas dan pandai ketika itu. Bahwa jaman sudah berubah masih banyak di kalangan akademisi belum menyedari. Dia yakin jika Jokowi berani, maka rakyat, aktivis dan akademisi siap berada di belakangnya.


[one_fourth]bukan karena dia ’berani, tegas atau tidak takut bertindak[/one_fourth]

Bahwa rakyat sudah siap selalu berada di belakang Jokowi bukan karena dia ’berani, tegas atau tidak takut bertindak’, tetapi karena era sekarang sudah memungkinkan dukungan luar biasa kepada Jokowi. Dukungan jutaan rakyat, bukan hanya beberapa akademisi seperti dari Yokya ini yang masih bikin syarat untuk mendukung Jokowi. Jutaan kekuatan rakyat yang cepat bersinergi di internet media sosial bukan karena mulut besarnya Jokowi tetapi karena sejak semula Jokowi bertekad secara jujur memimpin negeri ini untuk maju dengan dasar Trisakti Soekarno.

Orang-orang koruptor mau menghancurkan KPK dengan menggunakan kepolisian menangkap BW adalah usaha mengacau dan memperlemah KPK memang betul sekali. Kita akan merasa heran juga kalau orang-orang ini tak bikin begitu. Kalau orang-orang ini mau memperkuat KPK. KPK dan Polisi adalah institusi yang tak bisa dijamin kebersihannya. KPK juga begitu.


[one_fourth]KPK akan lebih kuat kalau soal ini dibereskan atas bantuan polisi[/one_fourth]

Adalah naif sekali kalau menganggap orang-orang KPK semua bersih dari kegelapan masa lalu. Seperti BW yang dituduh bikin saksi palsu ketika jadi advokad pemenang Pemilu Kobar. Akademisi Yokya ini minta Jokowi bikin SP3 membebaskan BW. Bukankah KPK akan lebih kuat kalau soal ini dibereskan atas bantuan polisi?

Jokowi tak perlu mengeluarkan surat perintah pembebasan kepada seseorang yang tersangka, walaupun dia KPK. Tak bedanya dengan polisi BG. KPK akan terus tambah kuat dengan pembersihan dirinya.

“Kekacauan adalah tetangga Tuhan,” di sini juga berlaku.

Leave a Reply