Kolom M.U. Ginting: Suku Terancam Punah dan Ekstroversi

2
273

M.U. GintingSemakin banyak tulisan soal ancaman punah suku-suku bangsa di internet pastilah banyak membantu suku-suku itu. Orang-orang introvert banyak menulis soal ini bagus sekali karena umumnya suku-suku yang mau punah itu adalah suku-suku introvert. Mereka tak mau atau sungkan terus terang bilang kepada pengusiknya. Mereka mundur saja, atau pindah ke tempat yang lebih terpencil.

suku punah 1
Penampilan Teater Rakya SIRULO dalam Festival Teater Rakyat Sumatra Utara (Medan) mewakili Kota Medan (2012)

 

Orang Karo ada pengalaman dengan orang extrovert Batak, mereka bilang kalian Batak banyak orang Karo hanya turut saja dan secara psikologis dikuasai dan didominasi orang-orang Batak itu sehingga tak berani berkutik dan spenuhnya ikut saja atau cari aman dan cari nyaman. Ini sudah pasti di tempat-tempat dominasi orang Batak, yang pada umumnya sangat gampang mendominasi situasi sekitarnya.

Karo sudah banyak belajar sekarang, tetapi masih banyak yang belum sejauh itu, dan ini jadi tugas orang Karo yang sudah banyak mengerti soal kepunahan ini.


[one_fourth]Abad 20 adalah abad mulut besar[/one_fourth]

Sekarang era introversi, orang-orang introvert semakin berdominasi di internet dan berangsur bisa pindah ke dominasi offline juga. Kemenangan introvert di dunia online adalah alamiah artinya sesuai dengan dimensi stimulasi intern introvert. Internet dan dunia maya tak sesuai dengan extroversi karena dimensi stimulasi extern mereka. Abad mereka adalah abad lalu, Abad 20 dimana tak ada internet dan berlaku atau berdominasi ialah loudmouth braggarts. Abad 20 adalah abad mulut besar.

Abad 21 adalah abad quiet revolution atau abad revolusi mental, abad introversi. Karena itu, pada abad ini kemungkinan menyelamatkan suku-suku yang mau punah itu semakin besar.

Orang Batak sendiri sekarang kebanyakan tak pakai lagi istilah Batak untuk suku-suku lain tetapi memakai istilah Batak Toba untuk mereka sendiri. Penemuan arkeolog terakhir yang menyatakan Karo dan Gayo sudah lebih dari 5000 tahun sedangkan Batak baru 700-800 tahun, tak banyak lagi yang bisa menyangkal terang-terangan, hanya diam-diam masih bisa seperti di GBKP.

 Tulisan Terkait: Suku Terancam Punah



2 COMMENTS

  1. Tadi pagi saya mendengarkan sebuah diskusi soal perkemganban teater. Seorang pemain teater (extrovert) mengeluh dan mengajukan pertanyaan, apakah orang sekarang mampu membaca text terus menerus tak mendengarkan, katanya. Dia melihat perubahan besar dunia, dimana orang lebih senang membaca text (tulisan) daripada mendengarkan orang ngomong seperti abad lalu atau seperti mendengarkan saja seperti di teater dalam dunia dia. Orang ini terkecoh karena orang menulis (text) tentang permainannya, menganalisa tema dan orang-orangnya, dan oleh ribuan orang pula di internet, media sosial, blog dsb, sangat berlainan dengan abad lalu.

    Perubahan ini memang tak mengenakkan bagi orang-orang extrovert, sama tak enaknya bagi orang-orang introvert abad lalu hanya mendengarkan mulut besar tetapi tak bisa menulis karena belum ada internet dan media sosial.

    Orang-orang introvert tidak menginginkan kepunahan siapapun atau suku manapun, karena itu tugas kaum introvert dalam abad ini juga termasuk menulis sebanyak mungkin untuk membela suku-suku terdesak itu.

    Fenomena kepunahan ini sangat banyak memang di dunia, di Brazil, dan juga di Indonesia seperti di Jambi, dimana suku-suku pedalaman terdesak karena hutannya dirambah, sungainya dikotori dsb. Orang Simalungun sudah jadi tamu dan tidak lagi jadi tuan didaerhnya sendiri, orang Pakpak semakin terpencil didaerahnya sendiri.

    Mari semua jadi pelopor penggerak internet bikin tulisan-tulisan membela suku-suku yang bernasib jelek ini, membela sukui-suku terpencil seluruh dunia menghindari kepunahannya.

    MUG

Leave a Reply