Bebas Narkoba Dimulai Dari Keluarga

1
160

Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ (psikiater)

Ketua SMF Psikiatri RS.Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

 

narkoba

lahargo profil 2Tahun 2015 diawali dengan berbagai kejadian yang berhubungan dengan narkoba. Mulai dari eksekusi mati para gembong narkoba yang menunjukkan ketegasan negara dalam memerangi bahaya narkoba sampai kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh pemakaian narkoba.

Beberapa pesohor yang ditangkap karena memakai narkoba menambah panjang bahaya zat terlarang ini di berbagai kalangan. Istilah narkoba (Narkotika dan Obat Berbahaya) dimaksudkan adalah zat yang dapat menyebabkan ketergantungan. Istilah lainnya NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya).

Keluarga memegang peranan penting dalam mengatasi masalah narkoba. Anak yang dibesarkan dengan pola asuh yang tidak benar seperti terlalu dimanja, terlalu otoriter, atau diabaikan akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang rentan terhadap stres dan bujukan yang tidak baik. Faktor pola asuh orangtua memegang peranan penting. Orangtua adalah penentu bagaimana si anak bisa bertahan terhadap tekanan dari lingkungannya yang semakin lama terasa semakin berat.

Dengan pola asuh yang baik, komunikasi yang mendalam antara anak dan orangtua, penjagaan yang toleran dan teladan perilaku yang baik yang diterapkan orangtua kepada anak akan membuat anak memiliki ketahanan (resilience) terhadap ancaman dan tantangan dalam kehidupannya.


[one_fourth]kemampuan yang sebaiknya dimiliki oleh remaja[/one_fourth]

WHO, lembaga kesehatan dunia menyatakan, agar seorang anak mampu bertahan dan beradaptasi dalam kehidupannya, dia perlu memiliki suatu ‘Life skill’ atau keterampilan hidup. Life skill atau keterampilan hidup adalah sebagai suatu kemampuan yang sebaiknya dimiliki oleh remaja untuk menyusun (mengorganisir) pola pikir sehingga menjadi serangkaian perilaku yang terintegrasi dan dapat diterima oleh lingkungan budaya setempat.  Dengan demikian akan meningkatkan hubungan antar manusia.

Anak remaja yang tidak/ kurang memiliki keterampilan hidup dapat menyebabkan : buruknya hubungan sesama teman sebaya, isolasi sosial, kesulitan dalam menyelesaikan masalah jatuh ke dalam pergaulan bebas dan berbahaya. ‘Life skill’ atau keterampilan hidup ini terdiri dari kemampuan dalam :

  1. Meningkatkan harga diri
  2. Mengelola stress
  3. Mengenali dan menghadapi emosi
  4. Mengatasi tekanan teman sebaya
  5. Resolusi konflik

Keluarga memegang peranan penting dalam pembentukan “life skill” ini dengan cara memberikan pola asuh yang tepat.  Anak-anak sekarang ini berada dalam situasi yang tidak aman terutama dari ancaman narkoba. Oleh karena itu, sangat penting bagi keluarga untuk membekali, membentengi dan memperlengkapi anak dengan berbagai keterampilan hidup supaya dia mampu bertahan melewati tantangan hidupnya.

Orangtua pun perlu memberikan edukasi tentang bahaya narkoba ini di rumah sejak dini. jangan sampai anak-anak mendapatkan terlebih dahulu informasi yang tidak benar. Mari menjadikan keluarga tempat yang nyaman bagi anak sehingga bebas narkoba bisa terwujud di negera tercinta ini.


1 COMMENT

  1. Betil sekali memang harus dimulai dari keluarga. Karena itu juga kalau salah satu diantara orang tua sudah jadi soal dalam hal narkoba, sudah payah sekali menyelamatkan anak, atau anaknya juga akan mengikuti jejak orang tua.

    MUG

Leave a Reply