Kolom M.U. Ginting: ETIKA KEPEMIMPINAN

1
197
etika
Sebuah penampilan Kelompok Teater SIRULO di Medan

M.U. Ginting“Biar semua dibuktikan oleh yang beperkara,” kata Ahok dalam menanggapi perkara di KPK dan Polri. Betul pak Ahok. Bukti … bukti … Itu yang perlu, dan ini semua ditaruh di atas meja!

“Kalau polisi sudah menyatakan dari KPK Pak BW salah, ya anda harus buktikan di pengadilan salah. Kalau dia enggak salah, anda ngaco. Itu yang dimaksudkan Pak Presiden gitu. Sama kayak KPK kalau mengatakan BG ini tersangka harus buktikan bersalah dong, kalau enggak anda ngaco,” kata Ahok lagi.

Terimakasih, Pak Ahok, telah bikin keterangan simpel tapi sangat jelas. Tak perlu ’tegas dan berani’, tetapi jelas, simpel, terang benderang.

Kegelapan yang menjadi kontradiksi KPK dan Polri sudah berumur dari 5-10 tahun, tetapi dikeluarkan lagi baru sekarang. Tandanya belum matang 5-10 tahun lalu. ’Belum matang’ dalam arti luas, terutama KESEDARAN MANUSIAnya, pemilik perkara, penyelidik perkara dan manusia sekitarnya.


[one_fourth]etika inilah yang sangat penting bagi semua pemimpin[/one_fourth]

Kalau kita perhatikan situasi sekarang dan 5-10 tahun lalu, sangatlah banyak perubahan. Terutama dilihat dari segi KESEDARAN MANUSIA tadi, dan dari segi penggunaan internet. Media Sosial sebagai motor utama pendorong perubahan dan perkembangan. Perubahan pemikiran dan kesedaran itu bukan hanya di kalangan rakyat umum atau pemuda atau generasi muda, tetapi juga di kalangan orang-orang yang sudah sempat menggunakan atau diduga menggunakan ’kegelapan’ yang masih berlaku 5-10 taahun lalu. Ini terlihat dalam diri Wakil Ketua KPK BW yang dengan sukarela mengundurkan diri dari jabatan Wakil Ketua KPK dari segi pribadi dan dari segi etika kepemimpinan. Dari segi etika inilah yang sangat penting bagi semua pemimpin atau yang bercita-cita jadi pemimpin (rakyat).

Kalau kita lihat di Barat atau negeri-negeri maju, etika ini sangat dipegang erat. Kelihatannya dengan perubahan dan perkembangan selama 5-10 tahun terakhir di negeri ini, memang sangat memungkinkan sudah ada juga perubahan yang sama di Indonesia. Kita bisa mengatakan bagaimana perubahan dan perkembangan demokrasi di negeri ini sangat di depan dibandingkan dengan negeri-negeri lain terutama di bidang keterbukaannya dibandingkan dengan ’kegelapan’ Snowden di negerinya.

etika 2Kita ketinggalan di bidang etika kepemimpinan tadi, tetapi itupun sudah mulai terlihat bibit-bibitnya. Pertumbuhan di bidang ini juga pastilah akan lebih bersemarak lagi sesuai dengan kedinamisan luar biasa rakyat negeri ini.

Syarat-syarat yang memungkinkan perubahan ini semakin luas dan semakin mendalam mengikuti tiap hari perubahan tanggal. Perubahan sangat cepat, kita tak sedar karena di luar kesedaran kita. Kesedaran pemimpin baru akan tumbuh subur, termasuk penolakan terhadap imunitas anggota pimpinan KPK.


1 COMMENT

Leave a Reply