Kolom M.U. Ginting: ABAD LALU DAN ABAD SEKARANG

0
189
abad
Sanggar Seni Sirulo

M.U. GintingKata Tedjo: “Pertemuan kemarin di KPK maupun pertemuan di Polri kan diharapkan tidak terjadi suatu pernyataan-pernyataan yang menyudutkan apalagi menyatakan ingin… Pokoknya anulah… Tidak boleh seperti itu. Harus menenangkan. Jangan membakar-bakar massa, mengajak rakyat ‘ayo rakyat, kita ini’ enggak boleh begitu itu. Itu suatu pernyataan sikap yang kekanak-kanakan. Berdiri sendiri, kuat dia. Dia akan didukung, konstitusi mendukung, bukan dukungan rakyat yang enggak jelas itu. Konstitusi yang mendukung,” [merdeka.com Sabtu 24/1].


“Jangan ada gerakan-gerakan massa, ternyata masih ada. Ini yang kita sayangkan sebagai penanggung jawab keamanan negara, koordinatornya saya agak menyayangkan. Harusnya itu tidak terjadi. Boleh asal tertutup, silakan. Jangan semua di depan media tersebar luas. Tidak baik, kekanak-kanakan.”

“Wajar bahasa dia begitu, karena dia mantan jenderal,” kata Ruhut S.

Menurut Ruhut bisa dimaklumi ngomong Tedjo karena dia jenderal hahaha . . . ntar terlalu banyak yang harus dimaklumi Pak Ruhut, karena jenderal masih terlalu banyak terutama dari sisa-sisa era Orba.

Tidak hanya itu, kalau di era Orba ’rakyat yang tak jelas’ itu biasanya tak perlu tunggu lama langsung masuk daftar statistik orang hilang. Ketika itu tak boleh ada ’rakyat yang tidak jelas’. Sekarang ’rakyat tak jelas’ yang jumlahnya jutaan tiap harinya, karena INTERNET, sudah punya kesempatan menjelaskan dirinya dan sikapnya dengan keterbukaan yang terang benderang. Itulah era control revolution, revolusi mental seluruh dunia, dan namanya bukan era ”tidak baik kekanak-kanakan” seperti jenderal ’tak jelas’ Tedjo bilang.


[one_fourth]Itulah era sekarang, era DIALOG dan TRANSPARANSI[/one_fourth]

Kita sudah memasuki era ’baik’ dan era orang ’dewasa’ yang berpikir dewasa dan bebas tak perlu ancaman diciduk. Sang jenderal ini juga bebas mengemukakan pendapat dan pendiriannya yang dia bawa dari era lama (Orba). Dan dia juga bebas seperti orang dewasa lainnya, tidak ’kekanak-kanakan’. Itulah era sekarang, era DIALOG dan TRANSPARANSI, keterbukaan bagi semua pendapat dan pendirian.

Sekarang bukan lagi era TERTUTUP. Pendapat dan pendirian terbuka disuguhkan ke atas meja diskusi dan debat ilmiah. Di situ akan teruji dan terlihat mana yang benar, yang adil atau yang sebaliknya. Yang tak berani taruh di atas meja berarti pendapatnya meragukan, kebenarannya dan keadilannya pastilah juga meragukan.

Kebenaran serta keadilan yang telah teruji lewat diskusi dan debat ilmiah itu adalah kemenangan bersama atau win win solution. Semua menang.

Leave a Reply