Kolom M.U. Ginting: MUATAN POLITIS

0
95
Para penari dan penyanyi Sanggar Seni Sirulo

M.U. GintingAnggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Masinton Pasaribu menilai penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka di KPK sarat muatan politis, walaupun susah membuktikannya. Ada nuansa politiknya, dan susah dijauhkan, katanya. Secara umum bisa dikatakan tak ada yang tak bernuansa politik dalam hidup ini. Banyak juga memang susah dibuktikan, tetapi mengapa harus dibuktikan?

Yang harus dibuktikan ialah rekening gendut BG atau saksi palsu Wakil Ketua KPK yang semua ada kaitannya dengan duit, atau penggelapan/penerimaan uang haram semua para Wakil KPK yang tersangka dan terjadi sudah 5-10 tahun lalu. Ini adalah fakta-fakta yang bisa dibuktikan dengan fakta-fakta pula. Kalau hanya tuduhan tanpa fakta jelas dan yang bisa ditaruh di atas meja, berarti semuanya palsu. Kedua institusi ini bisalah kiranya saling membuktikan dengan cepat, supaya kesannya tidak hanya saling tuduh. Pembuktian dan hukuman setimpal bagi yang bersalah.


[one_fourth]KPK dan Polri akan dapat berkat[/one_fourth]

Rakyat tak berkepentingan membela siapapun sebelum ada fakta-fakta di atas meja; mana yang benar dan mana yang salah. Pada era keterbukaan sekarang tak ada lagi jadi penghalang. KPK dan Polri akan tambah kuat dengan mentuntaskan konflik saling tuduh ini. ’Kekacauan adalah tetangga Tuhan’, dan dari konflik ini, KPK dan Polri akan dapat berkat, akan berubah jadi lebih kuat dan berdiri tegak di depan membela kepentingan rakyat.

Dari segi nuansa politik tadi, kalau PDIP berkeras menginginkan BG jadi Kapolri, ini kan juga ada nuansa politiknya. Ini lebih jelas karena PDIP adalah partai politik, dan mencalonkan BG karena menganggap baik dari segi PDIP, bukan dari segi pendapat partai politik lainnya, artinya politis. Kalau PDIP bisa membuktikan rekening gendut BG adalah legal, itu lain soal. Tetapi ini kan bukan tugas partai politik. Ini tugas institusi hukum, KPK, Polisi, Jaksa, Hakim, Pengadian.

“Ke depan, pimpinan lembaga strategis jangan yang cenderung berpolitik,” kata Masinton Pasaribu. Setuju, Pak Komisi. Lebih setuju lagi kalau tidak ada partai politik yang memanfaatkan lembaga-lembaga strategis ini.


Leave a Reply