TV Belanda Gagal Siar Karena Sandera

0
133
Penyandera saat memberi instruksi kepada petugas siaran

SRIA VAN MUNSTER-GINTING. AMSTERDAM. Kemarin malam [Kamis 29/1-2015: 19.50 waktu Belanda], gedung studio televisi nasional Belanda (NOS) di Kota Hilversum diamankan oleh polisi setelah seorang laki-laki memasuki gedung itu sambil membawa senjata. Dia menuntut agar diberi waktu 10 menit dalam siaran Dunia Dalam Berita untuk Pukul 20.00 NOS Journal.

Semua pegawai yang dinas malam diamankan di luar gedung. Polisi memeriksa seluruh bagian dalam dan luar gedung serta mengawasi gedung dari udara dengan helikopter yang disiagakan di Mediapark Hilversum, Belanda.

Tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya hubungan kejadian ini denga ancaman organisasi teroris tetapi membuat para pegawai yang mengalami langsung kejadian teringat pada kejadian yang mirip di Paris baru-baru ini.

Menurut saksi mata, senjata yang dibawa adalah senjata kedap suara yang telah dia gunakan mengancam security gedung. Dia inginkan ke ruang studio jurnal tetapi dibawa oleh keamanan /security ke ruang Berita Siang hari.

Dia inginkan waktu 10 menit untuk mebacakan suratnya berisi tuntutan. Setelah beberapa menit berlangsung, polisi berhasil mengamankannya tanpa ada korban.

Redaksi NOS Denhaag mengambil alih siaran sejam kemudian dan memutar film apa yang terjadi di Hilversum. Dalam film tersebut bisa kita dengar percakapan pelaku dan security yang dia sandera serta pelaku dengan penampilannya dan senjata kedap suara di tangannya.

Dalam percakapan dengan sandera kita bisa dengar dia berkata : „dunia mengalami persoalan besar sekarang ini. Banyak yang tidak beres. Saya mau ini diumumkan ke seluruh dunia. Kami bekerja untuk Badan Intelijen Negara. Karena itu kami mendengar banyaknya hal yang membawa ketidakpastian dalam masyarakat.“

Menurut Menteri Penerangan Belanda, laki-laki bersenjata ini adalah seorang pelajar dari Pijnaker, usia 19 tahun kelahiran Zoetemeer.

Para pegawai NOS yang bertugas malam kemarin menunggu di luar gedung ketika polisi memeriksa keamanan seisi ruangan gedung

Berikut ini adalah isi surat yang dia bawa dan ingin bacakan :

Ketika kamu membaca surat ini jangan paniek. Jangan menjerit, dan jangan beritahu kepada kawan kerja kamu. Berlakulah seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa. Saya bersenjata berat. Jika kamu sopan dan bekerjasama, maka tidak akan terjadi apapun dengan kamu. Sadarlah bahwa saya tidak sendirian, ada 5 yang lainnya ditambah 98 hakkers yang siap menyerang. Lagipula di negeri ini ada delapan senjata ledakan yang berat yang mengandung radioactif di tempat. Jika kamu tidak membawa saya ke Studio 8 untuk mengambilalih siaran, maka kami terpaksa mengambil aksi. Dan itu tidak kamu inginkan bukan ? Jadi, bawalah saya ke studio 8, NOS Studio.

Kami disandera oleh sejumlah laki-laki bersenjata berat. Ada beberapa lagi di seluruh negara dan 98 hackers siap menyerang, Juga tenaga ledakan berat mengandung radioactif telah ditempatkan. Mereka inginkan siaran langsung untuk menyatakan rencana mereka. Jika siaran mereka sedikit saja diganggu, maka mereka akan mengambil aksi. Juga siaran ini diamati dari luar apakah siaran ini bisa terlihat di seluruh Nederland. Syarat yang mereka tuntut diantaranya : 1. Gedung tidak boleh dimasuki petugas keamanan, 2. Siaran tidak mesti tepat waktu, tidak diganggu sedetikpun juga dan tidak diedit. Agar jelad (sic), informasi tidak boleh ditutup balok, dan juga tanpa gangguan teks yang ditambah. Jika semua syarat dipenuhi maka kita semua akan dibiarkan bebas. Saya akan mengulanginya sekali lagi.

Apa motif dan latar belakang pelaku  masih dalam penyelidikan polisi dan instansti keamanan Belanda. Menurut berita terakhir yang diterima oleh Sora Sirulo, senjata yang digunakan oleh penyandera itu bukanlah senjata sungguhan.


Leave a Reply