Utamakan Kepentingan Bangsa dan Negara

0
201

Oleh: Daud S. Sitepu (Papua)

daud s sitepuDua bola panas telah bergulir. Sepertinya, sedang mengincar sasaran masing-masing dengan mencari alat bukti atau membuktikan alat bukti.

Ini dapat dilihat dari pemanggilan sebagai saksi untuk Kepolisian yang sedang dilakukan KPK. Ternyata  kebanyakan saksi tidak datang. Bila tetap begini yang terjadi maka akan tiba saatnya pemanggilan paksa setelah tiga kali panggilan tidak dipenuhi.

Pihak Kepolisian juga mendapat laporan pengaduan soal Ketua KPK yang diduga telah melakukan pertemuan dengan PDI-P terkait Pilpres. Bila ini terbukti, berarti Ketua KPK bermain politik.

Pemicu dari kisruh ini adalah sejak dijadikannya calon Kapolri, Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK padahal DPR setuju Budi Gunawan dilantik sebagai Kapolri karena telah lulus proper and test. Ternayta, Presiden Jokowi menundanya.

Tambahlah ramai jagat KPK dan Polri. Orang-orang yang berpikiran bersih menempatkan KPK dan Polri sebagai lembaga yang harus dijaga untuk NKRI dan harus tetap pada koridor hukum sesuai Undang-undang yang berlaku. Di satu sisi, orang-orang berpikir telah terjadi kriminalisasi KPK sehingga ada yang mengajak agar seluruh rakyat membela KPK.

Di pihak lain, Kepolisian berkata, Polri sebagai pengayom masyarakat. Jika ada laporan masuk ke Kepolisan maka Polri harus menindaklanjutinya tanpa pandang bulu.

Ibarat bermain bola, hasil sementara 1 : 1. Akankah kedua lembaga ini terus saling mengincar untuk mencetak gol ke gawang? Apakah juga demikian benarnya Ketua dan Wakil Ketua KPK tidak pernah salah termasuk untuk menjaga etika profesi? Kita berharap para pejabat KPK tidak mengaitkan tindakan ataupun ambisi pribadi menjadi ambisi lembaga. Polri juga terus maju dan tegakan kebenaran tanpa pandang bulu.

Ayo KPK! Buktikan kamu hebat, kasus century jauh lebih besar yaitu Rp. 6.7 Triliun. Kasus ini belum lah tuntas siapa aktor di belakang dan siapa pemainnya serta apa motifnya. Sebentar lagi kalian habis masa kerjanya. Uang Rp. 6,7 T itu bisa dipakai untuk buka bank dan menghidupi ribuan orang.

KPK dan Polri teruslah bekerja profesional. Jauhkan kepentingan pribadi utamakan kepentingan bangsa dan negara.

Keterangan Foto: Lokasi lumba-luma di Lovina, Singaraja (Bali). Foto dijepret oleh Nomi beru Sinulingga pagi tadi [Sabtu 31/1].

Leave a Reply