Kolom M.U. Ginting: DEPONERING

0
164
deponering 1
Penanmpilan Sanggar Seni Sirulo di Festival Teater Rakyat Sumatera Utara di Medan (Sanggar Seni Sirulo mewakili Kota Medan)

M.U. GintingKetika persoalan Bibit-Chandra dikenakan deponering oleh Kejaksaan Agung, maksudnya supaya KPK masih bisa berjalan menangani kasus-kasus korupsi, menangkap dan memenjarakan para koruptor. Itulah maksud sesungguhnya dari deponering (mengesampingkan satu perkara), demi berjalannya pekerjaan yang lebih penting,  yaitu menangani kaum koruptor yang sungguh banyak ketika itu pada periode 5-10 tahun lalu.

Banyak sekali juga perubahan di masyarakat dalam periode selama 10 tahun itu. Belum juga bisa dikatakan bahwa korupsi sekarang sudah banyak berkurang, tetapi bisa juga dibandingkan luasnya dan besarnya sekarang ini dibandingkan dengan korupsi besar-besaran 5-10 tahun lalu, BLBI, Buloggate, Century, Gayus, Susno Duadji, dll.

Apa yang diperkarakan sekarang dalam konflik KPK-Polisi itu juga adalah yang terjadi 5-10 tahun lalu. Apa yang mau dilindungi sekarang ini juga adalah persoalan yang lalu itu, seperti BLBI yang ’mengancam’ Megawati, Century yang ’mengancam’ SBY, rekening gendut BG, saksi palsu BW. Yang terbaru hanya tuduhan terhadap Abraham Samad, mempolitikkan KPK untuk jadi Wakil Presiden 2014. Ini saja yang segar dan baru dan ini bukan soal uang atau korupsi uang.

Dengan deponering, BW dan pimpinan KPK lainnya (persoalan dikesampingkan) berarti mereka masih bisa bekerja. Negatifnya ialah, seakan-akan orang-orang ini bersalah tetapi kesalahannya tak digubris untuk sementara. Kalau kesalahan mereka ini hanya karena direkayasa oleh oponennya di pihak polisi, itu juga tak bisa dibuktikan karena sudah deponering. Itulah yang terjadi pada Kasus Cicak pertama.


[one_fourth]membocorkan ’rahasia besar negara[/one_fourth]

Berkobarnya revolusi kontrol di internet dan media sosial sangat berbeda imbasnya sekarang dibandingkan 5-10 tahun lalu. Sekarang tak ada lagi rahasia yang bisa disembunyikan, kata Snowden dalam menilai perkembangan dunia setelah dia membocorkan ’rahasia besar negara’ 2 tahun lalu, yang menurut Menlu USA demi keselamatan negara dan rakyat Amerika. Semua orang sudah tahu apa ’rahasia besar negara’ Paman Sam itu. Hanya mencuri email, nguping telefon orang lain serta rakyat Amerika dan kepala negara seluruh dunia menginjak-injak hak azasi orang lain. Ini dia sebut ’rahasia besar negara untuk menyelamatkan negara dan rakyat Amerika’.

Imbas revolusi keterbukaan semakin terasa mencekik bagi semua pemegang rahasia ini, termasuk dan terpenting bagi kita ialah kaum koruptor negeri ini. Bukanlah kebetulan kalau sekarang tak muncul lagi BLBI, Century, Buloggate, dsb. Ini semua erat kaitannya dengan revolusi kontrol dan revolusi keterbukaan yang semakin menyala di seluruh dunia dan terutama sekali negeri ini yang boleh dikatakan berada di depan dibandingkan negeri lain bahkan dengan negeri-negeri maju dunia.

deponering
Penampilan Sanggar Seni Sirulo menyambut Tahun Baru 2014 di Restauran Dewi Bandarbaru (Sibolangit)

“There is strong shadow if there is much light,” kata Von Goethe. Lilin dan lampu minyak jutaan rakyat akan membikin semua shadow (kegelapan) menjadi terang benderang sehingga bisa dilihat oleh semua orang dan tak ada lagi tempat sembunyinya. Ini yang berlaku sekarang belum begitu kuat 5-10 tahun lalu.

Karena itu, memakai deponering dalam menghadapi konflik sekarang seperti masa lalu, bisa dibuang saja pikiran itu. Ini tidak menyelesaikan soal, bahkan juga tidak menyelesaikan ketika dulu itu, apalagi situasi dan syarat-syarat extern yang sudah banyak berubah seperti penjelasan di atas.

Apa yang dituduhkan polisi kepada KPK, kasih waktu tertentu kepada polisi untuk menyelesaikan dan membuktikannya sampai selesai. Begitu juga apa yang dituduhkan KPK kepada polisi diberi waktu menyelesaikan dan membuktikan, dengan syarat semua pihak harus turut aturan. Jangan seperti BG tak mau diperiksa. BW mau diperiksa oleh polisi, ini contoh heroik, tak perlu mangkir atau melorotkan waktu. Itu juga bisa dipandang sebagai tanda kebenaran yang berani uji. Dengan begitu kedua institusi akan bersih dari orang-orang kotor.

Tak soal kalau KPK tak aktif sebentar, dunia tak kiamat, dan koruptor bisa menunggu persiapkan diri bila KPK sudah selesai. Nunggu juga pasti tak enak bagi orang-orang ini. Tapi biarkan menunggu.

Dari segi lain ialah, akan selalu ada usaha dari pihak koruptor untuk mengacau lembaga KPK, karena lembaga ini adalah musuh alamiah kaum koruptor, seperti kucing dan tikus pencuri beras. Karena itu harus selalu ada kecurigaan atau kewaspadaan atas hubungan alamiah antara kedua antagonis ini. Selain itu harus juga ada kewaspadaan jangan sampai KPK dipakai untuk sembunyi dan korupsi.

Atau, dibiarkan kedua institusi berjalan, tetapi dibentuk badan penyelidik istimewa langsung di bawah presiden untuk menyelesaikan tuduhan kedua belah pihak sampai tuntas. KPK jalan terus, koruptor diproses terus. Polisi juga bisa jalan terus, tetap aktif mengawasi korupsi dan mencegah rekening gendut.


Leave a Reply