Saling Bunuh di Dunia Mafia Belanda

0
297

LORETA KAROSEKALI. AMSTERDAM. Pagi tadi [Rabu 4/2: 10.45 Waktu Belanda], penjahat terkenal dari Kota Breda, Ron Nyqvist (46), ditembak mati di sebuah gedung parkir di Jl. Bart Poesiat, Amsterdam Nieuw-West. Di dekatnya ditemukan sepucuk senjata api.

Sebuah helikopter dikerahkan untuk memberikan pertolongan segera kepada korban, tetapi malang baginya, dia meninggal di tempat setelah terlalu banyak mengeluarkan darah akibat luka-lukanya yang parah.

Nyqvist berada di perusahaan milik seorang perempuan ketika penembakan terjadi. Perempuan ini kelihatan mengalami ketakutan luar biasa setelah kejadian. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit.

Pada tahun 2003, Nyqvist dijatuhi hukuman 20 tahun penjara atas pembunuhan yang dilakukannya terhadap kembar bersaudara Rob dan Eric Driesen pada tahun 2001 di Breda. Dia menembak mati keduanya karena menuduh merekalah pelaku upaya pembunuhan terhadap dirinya melalui sebuah serangan bom sebulan sebelumnya. Nyqvist dan pacarnya selamat dari serangan itu, tapi mengalami luka-luka. Seperti halnya Nyqvist, kedua korbannya juga dikenal di dalam lingkaran mafia Belanda.


[one_fourth]Hukumannya belum berakhir sepenuhnya[/one_fourth]

Pada tahun 2013, Nyqvist diperbolehkan cuti keluar penjara untuk sementara waktu, tapi dia tidak kembali ke penjara setelah cuti itu. Setelah ia dilacak hingga ke Austria, pembebasan bersyaratnya kemudian ditangguhkan. Hukumannya belum berakhir sepenuhnya. Pengacaranya mengatakan dia baru saja dibebaskan dengan syarat.

Amsterdam, sering diguncang oleh gelombang saling bunuh di kalangan dunia hitam akhir-akhir ini. Di akhir pekan lalu saja, Amsterdam dikejutkan oleh tiga kejadian penembakan.

Tepat seminggu yang lalu, juga di Amsterdam Nieuw-West, seorang pria ditembak dengan senjata otomatis. Anehnya, korban kali ini adalah seorang pria berusia 37 tahun asal Ghana yang tidak memiliki hubungan apa-apa dengan lingkaran kejahatan besar di Belanda.


Leave a Reply