Kolom M.U. Ginting: ULAYAT

0
145

M.U. GintingPerkembangan terakhir di Papua, banyak yang berubah jadi menguntungkan bagi perubahan nasib penduduk asli orang Papua.

Memang tak bisa dipisahkan dari perubahan dan perkembangan dunia, terutama dari segi perubahan kesedaran sosial dan politik global, termasuk dalam politik perusahaan, CSR dsb. Tetapi, peranan pemimpin lokal sangat banyak bikin perubahan dalam soal-soal konkret yang langsung dirasakan oleh penduduk setempat.

”Tak cuma jadi karyawan, Freeport juga sudah memberi kesempatan pada penduduk lokal untuk menjadi pejabat di perusahaan itu.”


[one_fourth]Nasionalisasi Aqua atau beri kesempatan kepada penduduk setempat[/one_fourth]

Gubernur Papua sangat memperhatikan kepentingan penduduk lokal Timika. Ini bisa jadi contoh bagi Bupati Karo dalam menangani perusahaan orang asing di Aqua Doulu. Nasionalisasi Aqua atau beri kesempatan kepada penduduk setempat orang Karo bekerja di situ. Tidak etis dan tak pada tempatnya kalau pendatang (Batak bukan penduduk asli daerah Doulu) mendominasi Aqua Doulu. Penduduk setempat harus diutamakan.

Bupati Karo jangan diam saja misalnya karena ada kaitannya dengan orang.orang pendatang. Utamakan Karo, kulturnya dan daerahnya. Itulah yang betul dalam tingkat perkembangan dunia sekarang.

’Satu nusa satu bangsa’ Orba dipakai oleh pendatang untuk mencaplok daerah dan tanah ulayat penduduk asli seperti tanah ulayat orang Dayak di Kalteng. ’Persatuan dan kesatuan’ model Orba dipakai pendatang untuk tetap mendominasi penduduk asli dan daerahnya di Kalteng dan juga seperti terhadap orang Karo dan daerahnya di Deliserdang.


Leave a Reply