Rusia: Jangan Sepeleken Perbedaan Etnis di Ukraine

0
313

merkel 1LORETA KAROSEKALI. AMSTERDAM. Upaya perdamaian di Ukraine tampaknya akan berat sekali. Putin sepertinya punya pandangan yang jauh berbeda dengan para pemimpin Barat.

Negara-negara Barat menginginkan agar diadakan pembicaraan yang didasarkan pada Perjanjian Minsk September tahun lalu yang tujuan akhirnya adalah gencatan senjata di Ukraine. Namun, seperti yang dikatakan oleh Putin kemarin [Sabtu 7/2], Rusia tidak bisa menerima kalau Amerika menganggap dirinya adalah satu-satunya negara yang bisa menentukan apa yang harus terjadi di dunia ini.

Menanggapi pernyataan Putin di atas, Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond dalam sebuah wawancara dengan wartawan menyebut Putin seorang tirani dari pertengahan Abad 20.

Adapun Konferensi Keamanan Eropa yang diadakan di Munchen berlangsung sangat alot. Selama akhir pekan barusan mereka hanya membicarakan kemungkinan perang. Pertanyaan utama, apakah negara-negara Eropah Barat juga memasok senjata kepada tentara Ukraine atau tidak. Pertanyaan ini terkait dengan pernyataan Menteri Luar Negeri AS John Kerry yang mengumumkan Amerika Serikat akan mengirimkan senjata kepada tentara Ukraine.

“Penduduk Ukraine sedang menghadapi ancaman penyembelihan, dan kita hanya mengirim selimut ke mereka? Dengan hanya mengirim selimut kita tidak pernah bisa menghentikan tank-tank Rusia,” kata John Kerry terkait alasan Amerika Serikat mengirimkan senjata kepada tentara Ukraine.

[one_fourth]Moskow tidak akan menghentikan dukungan ke pemberontak pro-Rusia[/one_fourth]

Menurut Kanselir Merkel, perang tidak bisa dihentikan dengan mengirim senjata ke front. Moskow tidak akan pernah menghentikan dukungannya kepada pemberontak pro-Rusia. Dalam pidatonya di pertemuan Munchen itu, Merkel secara berhati-hati masih mengharapkan kemungkinan upaya perdamaian. Tapi, Kerry membantah adanya perbedaan pandangan antara Washington dengan Eropa meskipun Merkel tampaknya kurang setuju dengan pengiriman senjata sebagaimana digagas oleh Kerry.

“Kami bersatu, kami bekerja secara bergandengan tangan. Kita sepakat bahwa tantangan ini tidak akan berakhir dengan kekuatan militer,” kata Kerry membantah dugaan adanya ketidaksamaan pandangan antara Amerika dan Eropah.

Adapun Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan di Munchen bahwa Barat buta terhadap upaya penghapusan perbedaan etnis yang sedang dilakukan oleh tentara Ukraine. Baginya, Rusia membela keberadaan etnis minoritas di Ukraine sedangkan Pemerintah Ukraine, menurut Lavrov, mau “mengukrainekan” semua warga Ukraine.

Hari ini, Rusia kembali mengirim berton-ton pasokan bantuan ke Ukraina Timur. Kiev dan Barat menuduh konvoi kenderaan pengangkut bantuan kemanusiaan ini hanya untuk mengelabui adanya pengiriman pasokan senjata. Tapi Rusia membantah tuduhan ini.


Leave a Reply