Merkel dan Obama di Gedung Putih Tentang Ukraina (Video)

1
118

merkel 3LORETA KAROSEKALI. AMSTERDAM. “AS sedang mempelajari sebuah pilihan untuk memasok senjata defensif mematikan ke Ukraina jika cara diplomasi gagal dalam upaya mengakhiri krisis di Ukraina,” demikian dikatakan oleh Presiden AS Barack Obama sebagaimana dilansir oleh situs BBC.

Rusia melanggar semua kesepakatan yang telah dibuat dalam perjanjian Minsk, kata Obama usai melakukan pembicaraan dengan Kanselir Jerman pada upaya kesepakatan perdamaian baru hari ini [Senin 9/2]. Obama terus didesak oleh para pejabat senior AS untuk memasok senjata, meskipun cara ini tidak disenangi oleh Angela Merkel. Di pihak lain, Rusia masih tetap membantah tuduhan telah mengirim pasukan dan membantu pemberontak.


[one_fourth]membicarakan krisis yang sedang terjadi di Ukraina[/one_fourth]

Kemarin [Minggu 8/2], Kanselir Jerman Angela Merkel tiba di Washington untuk bertemu dengan Presiden Barack Obama di Gedung Putih hari ini [Senin 9/2] untuk membicarakan krisis yang sedang terjadi di Ukraina. Merkel telah menjelaskan sebelumnya bahwa ia menentang pengiriman senjata mematikan ke pemerintah Ukraina. Ini dikatakannya pada konferensi keamanan akhir pekan barusan di Munchen. Ia tidak percaya krisis ini dapat diselesaikan dengan pengiriman lebih banyak senjata kepada pemerintah Ukraina. Merkel dan Presiden Prancis Francois Hollande berupaya menghidupkan kembali rencana perdamaian Minsk yang sempat gagal itu.

Usulan rinci memang belum dirilis, namun rencana tersebut diperkirakan mencakup zona pengosongan militer dari 50-70 km dari front sekarang. Pejabat pemerintah Ukraina mengatakan, sembilan tentara dan setidaknya tujuh warga sipil telah tewas dalam pertempuran selama 24 jam terakhir. Para Menlu Uni Eropa hari ini di Brussels menyepakati untuk menjatuhkan sanksi lebih lanjut terhadap para pejabat Rusia dan pemberontak.



1 COMMENT

  1. Eropah dan USA berbeda dalam menghadapi krisis Ukraina. Eropah, terutama Angela Merkel tetap berusaha dengan pembicaraan dan perundiingan. USA mau kirimkan senjata bantu Ukraina, walaupun John Kerry bilang kalau Rusia Putin bersikap sepert pada abad 19 pakai perang dan agresi dalam cari solusi atau penyelesaian soal. Dia pura-pura lupa kalau kirim senjata juga kelakuan orang-orang abad 19.

    Putin balas dendam kekelahan Soviet dulu, menggunakan suku Rusia di Ukraina. Putin melihat gelagat cultural revival dunia dan memanfaatkan. Yang dia lupa ialah abadnya tadi. Sekarang bukan lagi abad 19 atau 20, tetapi abad 21, abad dialog, diskusi dan kalau perlu debat mendalam dan ilmiah, sampai menemukan kebenaran, terutama bagi penduduk Rusia di Ukraina. Itu semua juga dilaksanakan dalam suasana keterbukaan dan transparansi.

    Fenomena lain yang menarik ialah tekanan tertentu dari industri penjual senjata, dan industri peminjam uang ke Ukraina. Kerjasama kedua industri ini bagus sekali. Utang Ukraina semakin banyak, alat pencekik secara politis, ini juga penting jalan.

    Selama krisis ini utang Ukraina sudah banyak sekali. Ukraina tak punya sumber (SDA) seperti Rusia Putin. Banyak orang nasional Ukraina mengerti soal ini, tetapi saat ini lebih banyak lagi yang berkesedaran sebaliknya yang ingin bikin utang banyak. Ini seperti Indonesia era Orba, dan juga masih banyak sampai sekarang.

    Dengan kekuatan utang ini kekuatan luar gampang mengendalikan perpolitikan dan juga industri dalam negeri. Kita masih ingat keluhan Habibi tentang IMF yang hentikan industri pesawatnya. https://www.youtube.com/watch?v=bvAe-RAR2Q4

    MUG

Leave a Reply