Kolom M.U. Ginting: BULLYING

0
113
bullying 4
Sanggar Seni Sirulo dalam penampilannya di STMIK Neumann (Medan)

M.U. GintingBagus sekali ulasan Dr. Lahargo Kembaren SpJ ini. Sangat aktual dalam menghadapi pendidikan dan perkembangan anak sekarang. Soal aktual di seluruh dunia. Di mana-mna menjadi tema utama dalam perkembangan anak. Namun tidak semua orang menyadari pentingnya soal ini supaya menjadi perhatian khusus bagi orangtua, dan juga di sekolah-sekolah dasar dari pihak guru pendidik.

Apa yang belakangan sangat banyak dibicarakan oleh ahli anak-anak dan psikolog ialah dalam soal komunikasi dengan anak. Komunikasi antara anak dan orangtua biasanya tak pernah jadi perhatian orangtua. Bukan hanya orangtua yang berpendidikan, apalagi yang tidak. Hidup jalan sendiri, kawin, dapat anak, cucu, itu saja pada umumnya. Siapa pula yang sempat ngurus psikologi  anak, atau kebutuhan anak secara psikologis dan ilmiah. Barangkali ini adalah persoalan yang harus diangkat juga.

Yang sering ialah bahwa komunikasi dengan anak sedemikian rupa sehingga tidak “membuat anak dengan leluasa dan nyaman untuk bercerita mengenai hal yang dialaminya sehingga anak tetap bisa tenang menghadapi masalah tersebut” (Dr. LK). Banyak anak karena bullying itu bunuh diri, dan orangtua sedar baru setelah terjadi. Dalam hal ini, tentu pertanggungjawaban sekolah/guru cukup besar. Karena sekolah punya fasilitas lebih besar dari orangtua, mestinya punya tanggungjawab lebih besar pula. Tetapi soal ini tak diangkat ke diskusi, sangat sensitif bagi sekolah dan hierarkinya.


[one_fourth]tak akan jalan dengan adanya pengaruh obat-obatan terlarang[/one_fourth]

Sering juga memang terjadi diantara murid-murid yang sudah lebih besar, dimana guru yang ikut campur dibunuh oleh pembulli itu. Ini membikin guru lebih ’berhati-hati’. Ini tak lepas juga dari analisa Dr. LK bahwa ”mereka yang melakukan ‘bullying’ juga tidak lepas dari sikap dan perilaku yang kurang baik seperti: perilaku menentang, sering bolos sekolah, merokok dan memakai narkoba serta perilaku kekerasan lainnya”. Semua pikiran atau usaha indah-indah dalam komunikasi antara anak, orangtua dan guru tak akan jalan dengan adanya pengaruh obat-obatan terlarang itu.

bullying 3Satu lagi yang jadi perhatian saya ialah dalam soal komunikasi antara anak dan orangtua tadi, selalu tak lepas dari kultur/kharakter orangtua yang introvert atau extrovert. Hubungan atau komunikasi antara anak dan orangtua dalam keluarga extrovert sangat jauh berbeda dengan hubungan pada keluarga introvert. Keluarga extrovert lebih menandaskan logika/pikiran, dalam keluarga introvert lebih menandaskan hatinya atau pusuhna kata orang Karo. Saya tidak tahu apakah seorang psikolog melihat ini kalau bicara dengan anak atau orangtuanya. Tetapi dalam banyak diskusi hubungan dengan anak tadi, saya tak pernah dengar, walaupun soal ini sangat mempengaruhi kwalitas pencerahan soal komunikasi. Bagaimana seorang psikolog bilang ini itu kalau dia tak pastikan dulu orang itu introvert atau extrovet.


[one_fourth]”mari nakku nta kam kusemburi”[/one_fourth]

Melihat seorang anak jatuh di jalan, orangtua introvert bilang “mari nakku nta kam kusemburi’ (hati, perasaan). Sedangkan orangtua extrovert bilang ’mampuslah kau kenapa kau tidak hati-hati’ (logika, pikiran). Itulah gambaran komunikasi alamiah dan normalnya tanpa gangguan obat-obatan. Yang satu bukan lebih baik atau lebih buruk dari yang lain. Itu jugalah yang bikin kepastian bahwa si anak kemudian jadi extrovert atau introvert.

Saya memperhatikan satu pengalaman yang terjadi dalam kehidupan nyata. Seorang anak yang orangtuanya campuran introvert-extrovert. Orangtuanya yang introvert meninggal sangat dini. Anak ini tumbuh dengan dominasi extrovertnya yang berlebihan. Sifat manipulatif extrovert digunakan untuk memanipulasi neneknya sendiri yang introvert. Tetapi, nenek ini tetap saja meunjukkan kasih-sayang yang berlebihan pula dengan alasan ’anak lampas melumang’. Kalau nenek ini extrovert tidak akan terjadi komunikasi demikian.

Tulisan terkait: Stop ‘Bullying’ untuk Masa Depan Generasi Penerus


Leave a Reply